Perbedaan Antara TDS Dan pH Meter Dalam Penanaman Hidroponik

Perbedaan Antara TDS Dan pH Meter Dalam Penanaman Hidroponik

Senangnya bisa berhidroponik secara mandiri dirumah. Kalau sudah bisa bertanam hidroponik secara mandiri, maka menanam sayuran apa saja akan terasa ringan, karena apapun sayurannya, keahlian yang diperlukan tetap sama, yaitu keahlian hidroponik. Bahkan keahlian hidroponik tersebut dapat berkembang dengan sendiri tanpa sadar ketika seseorang menggunakannya untuk bertanam. Nah, apakah keahlian hidroponik kamu sudah berani diuji? Kalau kamu tahu, apa perbedaan antara TDS dan pH meter?

Seorang pemula hidroponik mungkin belum benar-benar paham dengan perbedaan diantara kedua alat ukur hidroponik ini, padahal merupakan alat ukur penting yang tidak tergantikan. Oleh karena itu, akan kami bahas mengenai definisi keduanya, sehingga semua orang bisa mengetahui apa perbedaan antara kedua alat ukur tersebut.

TDS meter

Alat ukur TDS meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kepadatan larutan nutrisi hidroponik yang dipakai untuk mengaliri tanaman. sehingga, alat ini penting untuk dimiliki agar nutrisi yang kita larutkan sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Adapun satuan pengukurannya adalan ppm(part per million). Untuk order, anda bisa menghubungi nomor 081225091786/kak Atun.

Sebelum digunakan, TDS meter menunjulkkan angka 0.

pH meter

Alat ukur pH meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Lagi-lagi larutan nutrisi harus diukur dengan alat ukur, tetapi kali ini nama alat ukurnya adalah pH meter. Alat ini juga digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. berdasarkan pengalaman, alat ukur pH meter ini sering dibutuhkan ketika penanaman musim hujan, karena terkadang larutan nutrisi tidak sengaja tercampur dengan air hujan.