ETIOLASI ( Kurus, Tinggi, Langsing ) pada Semaian Hidroponik

ETIOLASI ( Kurus, Tinggi, Langsing ) pada Semaian Hidroponik

Contoh Gambar Etiolasi

Etiolasi atau sering disebut juga Kutilang adalah istilah yang kita gunakan ketika semaian kita mengalami pertumbuhan yang tidak seimbang atau seharusnya. ETIOLASI Bisa terjadi karena adanya hormon Auksin. Auksin sendiri adalah zat hormon tumbuh yang ditemukan pada ujung batang, akar dan pembentukan bunga. Funginya adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan pemicu pemanjangan sel . Ciri dari tanaman yang kutilang atau etiolasi adalah batang tanaman yang tumbuh memanjang batang ini tidak kokoh, daun kecil serta tidak melebar dan berwarna pucat. Penyebab dari ETIOLASI adalah kurangnya sinar matahari yang diserap tanaman sehingga Hormon Auksin tidak dapat terdegrasi atau terurai, hormon ini akan mengambil alih pertumbuhan dan menyebabkan tanaman tumbuh memanjang.

Untuk tahap awal penyemaian, hormon ini sangat bagus karena membantu percepatan pecah benih. Ketika benih yang kita semai kita tutup dengan plastik hitam atau kita letakkan pada ruangan yang gelap dan suhu yang lembab tidak ada cahaya masuk hormon AUKSIN akan bekerja secara sempurna. Namun hormon auksin ini akan berdampak kurang baik ketika benih yang sudah kita semai pecah dan tidak kita kenakan sinar matahari, Auksin akan bekerja dan akan memicu terjadinya kutilang. Jadi untuk menghasilkan semaian yang baik kita bisa mempercepat perpecahan benih dengan hormon auksin namun ketika benih sudah pecah kita harus segera mengenakannya denga matahari agar auksin terurai dan pertumbuhan semain bisa normal atau seimbang.

Untuk Mencegah ETIOLASI bisa juga dilakukan Penyemaian dengan cara sebagai berikut :

  1. Kenali kriteria tanaman yang ingin anda semai, misalkan lettuce. Untuk lettuce waktu pecah biasanya 1 – 2 hari untuk itu pastikan ketika kita semai dan benih sudah pecah bertepatan dengan adanya sinar matahari. Kita semai lettus kamis pagi, kemungkinan benih akan pecah adalah jumat pagi. Jadi waktu ini terhitung cocok untuk penyemaian.
  2. Ketika semain kita pecah namun tidak semuanya, tetap kenakan semain yang sudah pecah kesinar matahari, untuk semaian yang belum becah bisa kita tutup dengan kertas yang sudah kita potong kotak untuk menutupi benih tadi. Ingat tetap pertahankan kelembapan karena kita masih menunggu proses pecah benih.
  3. Rutin cek semaian kita

NB: Semaian yang sudah pecah sebaiknya kenakan sinar matahari paling tidak 4 jam sinar pagi. Tetap cek kelembaban rockwool. Jika sudah terjadi penguapan yang besar segera imbangi dengan penyiraman rockwool.

 

Apa yang harus dilakukan ketika ETIOLASI sudah terjadi ??

Tetap teruskan, namun penanaman ini kita gunakan untuk penelitian atau untuk media belajar kita. Bisa kita bandingkan hasil panen antara semian yang KUTILANG dan NORMAL. Dengan harapn kedepanya kita sudah mampu untuk menyemai dengan Baik.

Contoh semaian tidak ETIOLASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.