Catatan Maganger Hari ke-5 : belajar mint hidroponik

Catatan Maganger Hari ke-5 : belajar mint hidroponik

Tentang Tanaman Mint

Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara memperbanyak tanaman mint atau biasa disebut daun mint (Mentha cordifolia). Terus terang, sebelumnya saya belum pernah mengenal yang namanya daun mint, tempat ini lagi-lagi memberikan hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya, atau memang akunya yang masih kurang baca. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai aromaterapi, karena sifatnya dapat mengeluarkan aroma yang khas dan menenangkan. Aroma wangi daun mint disebabkan oleh adanya kandungan minyak atsiri berupa minyak menthol. Daun ini mengandung vitamin C, provitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potassium.

“Menanam tanaman daun mint dengan cara hidroponik”

Selain kandungan nya yang begitu melimpah hal-hal positif yang baik bagi konsumen, ternyata masih banyak lagi manfaat yang dapat diberikan tanaman ini bagi manusia. Diantaranya adalah meningkatkan funsi pencernaan, membandtu menangani mual dan skit kepala, meringankan asma, berdampak baik bagi kesehatan mulut dan gigi, mengobati pilek, mendinginkan kulit dan masih banyak lagi. Itulah mengapa, tanaman ini sangat direkomendasikan untuk dibudidayakan, tidak harus produksi. Kebutuhan pribadi juga tak apa.

Sekarang pertanyaannya, apakah tanaman ini dapat diusahakan di sistem hidroponik? Jawabannya adalah Iyya. Untuk kamu yang ingin mencoba menanam mint, cobalah, ini tidak sulit. Yang terpenting untuk mint adalah lingkungan yang lembab, dan teduh selanjutanya nutrisi yang sesuai apabila itu dikondisikan di sistem hidroponik. Kamu bisa menciptakan kondisi ini dengan menaruh mint di bawah shading (peneduh/tudung), kemudian menyiramnya 2 kali sehari, sampai becek juga boleh, biar lembab.

Nah, kali ini saya ingin berbagi mengenai cara memperbanyak mint. Jika Anda ingin menanam daun mint, ada dua cara yang bisa dilakukan yakni dengan menanamnya dari benih atau dengan menggunakan batangnya. Menanam tanaman mint dengan menggunakan stek batang lebih cepat dan mudah dilakukan daripada menanamnya dari benih.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Setelah semua alat dan bahan telah siap, maka tanaman tersebut sudah dapat diperbanyak dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Merendam batangnya dalam wadah yang beris air hingga muncul akar di bagian batang. Setelah akarnya muncul (bagian batang) maka batang tersebut dapat dipindahkan pada instalasi hidroponik yang telah dipersiapkan diawal
  2. Siapkan media tanamnya, untuk praktek kali ini saya menggunakan media tanam rockwool. Selain praktis, rockwool bisa lebih lama menyimpan air daripada media tanam lain. Namun anda bisa mencoba dengan media tanam lain seperti cocopeat atau sekam bakar, yang penting dalam proses stek jangan sampai

Potong rockwool dengan ukuran maksimal 3 x 3 x 3 cm, boleh kurang dari ukuran tersebut tetapi jangan sampa terlalu kecil.

  1. Tancapkan ruas batang mint ke dalam rockwool sedalam kira-kira 1
  2. Masukkan rockwool ke dalam netpot, usahakan rockwool menyentuh dasar netpot agar bisa terkena air pada waktu
  3. Letakkan semua netpot yang sudah berisi rockwool ke dalam wadah pembesaran (wadah yang sudah diisi nutrisi). Anda bisa menggunakan air nutrisi dengan kepekatan lebih dari 1000 ppm karena stek mint ini bisa dianggap sebagai tanaman yang sudah
  4. Dalam 10-15 hari akan mulai tumbuh akar pada ruas batang mint, apabila sudah mulai banyak dan panjang akarnya, maka mint sudah siap dipindahkan ke dalam sistem

 

NFT 72 Making 

Sebelum membahas mengenai cara membuat hidroponik dengan paralon (sistem NFT) secara lebih detil, terkadang orang bertanya kenapa media yang di pakai adalah paralon. Ya, ini merupakan salah satu pertanyaan wajar dan umum yang di tanyakan karena pada dasarnya masih ada beberapa media lain selain paralon yang dapat di gunakan untuk membuat hidroponik. Alasan kenapa paralon di gunakan adalah karena ketersediaannya yang cenderung lebih mudah di temukan. Selain itu, paralon juga mudah untuk di bentuk, misalnya saja untuk di lubangi dan di sambung dengan paralon lain. Tentu beberapa kemudahan ini akan memudahkan cara berkebun anda.

“Saat mengukur pipa peralon yang dibutuhkan untuk membuat sistem NFT”

Untuk cara membuat hidroponik dengan paralon ini, anda tidak perlu menyediakan beberapa bahan khusus. Bahan utama yang harus anda siapkan adalah paralon itu sendiri. Terdapat banyak ukuran paralon di pasaran yang dapat anda pilih, tentu anda dapat memilih ukuran tersebut berdasar mana yang anda inginkan. Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan sambungan paralon. Sambungan paralon ini di gunakan untuk menyambung beberapa paralon panjang untuk membuat semacam ‘komunitas’ tanaman. Tentu, anda juga harus mempersiapkan alat bor untuk melubangi beberapa paralon panjang dan yang terakhir adlah alat pemotong yang dapat digunakan untuk memotong paralon.

Berikut ukuran dan jumlah paralon yang perlu dipersiapkan :

  1. Pipa 1” 120 cm (5)
  2. Pipa 1” 45 cm (6)
  3. Pipa 1” 35 cm (10)
  4. Pipa 1” 30 cm (10)
  5. Pipa 1” 10 cm (2)
  6. Pipa 1” 6 cm (4)
  7. Sambungan “L” (10)
  8. Sambungan “T” (18)
  9. Pipa besar 120 cm (9)

Setelah semuanya sudah diukur dan ditandai, maka silahkan potong paralon tersebut menjadi potongan-potongan yang telah ditentukan ukurannya. Memotongnya menggunkan alat seadanya saja. Tetapi jika ada mesin pemotong, maka gunakan mesin tersebut supaya lebih mudah dan efisien.

Paralon besarnya dilubangi dengan jarak antar lubang lebih kurang 20 – 25 cm. Melubanginya dapat menggunakan bor dan mata bor yang sesuai.

Langkah berikutnya adalah memasang potongan-potongan paralon tersebut menjadi rangka hidroponik.

“Saat memasang atau merangkai sistem hidroponik NFT”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *