Catatan Magangers Hari ke-3  : akuaponik versus ikan gabus

Catatan Magangers Hari ke-3 : akuaponik versus ikan gabus

Karena di hari kedua beberapa dari teman-teman fokus di pembuatan instalasi hidroponik dan packagingnya, ada tugas yang belum sempat dilaksanakan, yaitu persiapan tempat untuk budidaya ikan gabus. Pagi kemarin kita menyelesaikannya. Sampai saat ini saya belum dapat memastikan, apakah ikan yang akan dibudidayakan itu hanya akan dibudidayakan, ataukah dijadikan salah satu sarana untuk pembuatan aquaponik.

Jika dilihat dari sisi lain ikan gabus selain dapat dijadikan pelengkap sarana aquaponik, Ikan gabus sangat potensial dijadikan sebagai makanan kesehatan, hal ini kerena mudah diperoleh di pasar, kandungan yang dimilikinya berupa protein, lemak, mineral dan vitamin yang sangat baik untuk kesehatan serta khasiat yang telah terbukti secara klinis dan beragam produk olahan dan berbagai jenis masakan yang dapat dibuat dari ikan gabus. Itulah mengapa, sangat direkomendasikan berbudidaya ikan gabus.

Di ruang pembuatan nutrisi, Hari ini saya berlama-lama di ruang ini untuk membantu mas yang ada disini sekaligus menanyakan beberapa pertanyaan tentang nutrisi yang akan diproduksi, mulai dari takaran dan lain sebagainya. Nutrisi yang digunakan adalah nutrisi AB mix tetapi dalam bentuk terpisah, yang kemudian disatukan dalam takaran tertentu dan jumlah tertentu. Kadang juga tergantung dari pesanan konsumen.

“Semua peralatan pemuatan larutan nutrisi stok sudah disiapkan”

Nutrisi hidroponik atau nutrisi AB Mix ada yang berbentuk cair dan ada juga yang berbentuk padat (serbuk). Disebut AB Mix karena memang terdiri dari nutrisi A dan Nutrisi B yang dikemas secara terpisah. Nutrisi ini tak dapat dicampur dalam satu tempat karena akan terjdi endapan. Nutrisi AB Mix cair maupun padat sebenarnya sama saja, hanya sedikit berbeda soal penggunaan, penyimpanan dan distribusinya. Nutrisi cair lebih prakstis digunakan karena bisa langsung dilarutkan dengan air menjadi larutan siap pakai dengan takaran sesuai kebutuhan. Akan tetapi nutrisi cair sedikit repot dalam pendistribusian maupun penyimpanan karena volumenya lebih besar. Sedangkan nutrisi padat (serbuk) volume kemasan lebih kecil sehingga pendistribusian dan penyimpanannya lebih mudah. Namun nutrisi padat (serbuk) harus dilarutkan terlebih dahulu menjadi larutan pekat (larutan induk) sebelum dicampur dengan air menjadi larutan siap pakai.

 

Pupuk yang digunakan dalam hidroponik maupun fertigasi adalah pupuk “water solluble”, artinya mudah larut dalam air. Sehingga pupuk-pupuk konvensional yang biasa dipakai petani seperti SP36, NPK Mutiara, Dolomit, kurang sesuai untuk digunakan dalam hidroponik karena kurang larut sempurna. Karena dikhawatirkan endapan dari pupuk- pupuk konvensional dapat menyumbat aliran perpipaan irigasi dalam sistem hidroponik maupun fertigasi

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa nutrisi bagi tanaman hidroponik merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nutrisi hidroponik berfungsi sebagai pemasok utama kebutuhan air dan mineral bagi tanaman yang akan menentukan kualitas hasil tanaman hidroponik. Untuk itu pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik haruslah dalam takaran yang tepat dari segi jumlah komposisi ion nutrisinya.

Sekadar catatan tambahan, bahwa ada kekurangan dan kelebihan pupuk AB Mix hidroponik ini. Keunggulannya dalah kelengkapan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Kekurangannya yaitu dapat meyebabkan tanaman terbakar bila diberikan pada tanaman dalam dosis yang terlalu banyak (berlebihan). Selain itu pupuk AB Mix hidroponik ini harus disesuaikan dengan jenis tanaman, apakah untuk sayur daun, buah, atau lainnya.

“Dengan dibantu pakde farmer, proses pelarutan nutrisi hari ini berjalan lancar”

Sebelum berkemas untuk kembali ke tempat tinggal masing- masing, pakde kembali memanggil saya untuk menyiapkan satu instalasi hidroponik yang akan digunakan (ditanami). Disini saya belajar bagaiman memindahkan tanaman yang sudah siap pindah. Kemudian dilanjutkan penyemprotan untuk tanaman-tanaman yang kurang lebih sudah melewati masa juvenil nya, karena pada saat panen, ditemukan di beberapa daun itu ada aphid.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.