Pentingnya pengecekan nutrisi pada sistem hidroponik ( day 2 )

Dihari kedua ini saya dan zakka berangkat seperti biasanya, sampai ditempat magang saya berhenti ¬†sejenak kemudian duduk dihalaman rumah joglo. Selang beberapa saat saya dan zakka dipanggil mas Isnan untuk bergabung mengikuti Ngaji Al-Qur’an, disini saya merasa malu karena saya tidak lancar membaca Al-Quran. Setelah itu kami mengikuti meeting pagi bersama ¬†seluruh karyawan serta mas Isnan membahas program yang kemarin untuk besok serta untuk kedepan. Setelah meeting selesai kami diajak pakde untuk sholat dhuha di masjid.

Sepulang dari masjid kami bersama pakde langsung ke kebun kegiatan yang kami lakukan yaitu mengecek larutan nutrisi dengan alat PH meter serta TDS. Tanaman yang dicek yaitu tanaman sawi dengan rentang PPM 700 – 900 untuk tanaman muda serta 1400-2000 untuk tanaman menjelang panen. Pengecekan ini dilakukan dari tandon ke tandon apabila terdapat PH swing ataupun PPM kurang maka dilakukan perlakuan. Untuk PH basa maka dilakukan penambahan air aki sedangkan PH masam bisa menggunakan air sumur serta penambahan nutrisi. Untuk PPM bisa diturunkan dengan menggunakan air sumur sedangkan untuk menaikkan dengan menggunakan nutrisi.

Setelah pengecekan nutrisi selesai kami pindah tanam tanaman Tomat di sistem DBS / dutch bucket sistem. DBS merupakan sistem hidroponik yang dirancang untuk tanaman buah supaya akar leluasa mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang serta sirkulasi udara dan air tercukupi. Pindah tanam tomat ini dilakukan dengan cara menggergaji Rockwool tanaman Tomat yang telah disemai lalu potong satu persatu. Sebelum dipindahkan, sistem DBS ini diberi media, media yang digunakan yaitu Hidroton media ini digunakan karena mudah dalam sirkulasi air serta udara dan tidak banyak menyimpan air. Hidroton sebelumnya dicuci bersih serta steril agar tidak terkontaminasi oleh jamur ataupun bakteri yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman. Setelah itu kami memasukkan hidroton kedalam pot, untuk membuat filter serta menghindari penyakit atau hama pakde menyarankan penambahan arang sekam. Kemudian tomat siap dipindah tanam ke media, lalu ditutup bagian Rockwoolnya agar tidak berlumut.

Kemudian kami membersihkan instalasi hidroponik DFT yang rencananya akan digunakan untuk tanaman peppermint. Setelah bersih kami disuruh jajan karena apabila lama kami ditungguin penjual sayur Di kegiatan lain saya dan zakka pindah tanam sawi, untuk setiap lubangnya diberi dua tanaman. Setelah pindah tanam selesai terdengar suara azan dan kami disuruh istirahat untuk sholat serta makan.

Setelah istirahat kami membuat lubang pada pipa paralon yang digunakan untuk menyemai kangkung, melubanginya menggunakan gerinda. Sebelumnya harus menggunakan masker karena debu hasil dari Gerinda ini bisa masuk paru-paru. Setelah dilubangi selesai kami mencuci paralon tersebut hingga bersih. Kemudian kami melanjutkan kegiatan dengan menyemai kangkung kedalam paralon tersebut, satu lubangnya sepuluh benih. Ditempat yang sama kami juga menyemai cabai dengan memnggunakan Rockwool, satu lubang satu benih. Tak terasa hari telah sore dan kami disuruh panen sawi yang telah siap dipanen hingga didapatkan 14 kresek besar dan kami disuruh membawa pulang. Setelah itu kami pamit pulang ke rumah masing-masing.

by Bang Thoyib Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.