Notice: Undefined variable: author in /home/mukhiban/public_html/hidroponikuntuksemua.com/wp-content/themes/landingpress-wp/inc/breadcrumb.php on line 168

Notice: Trying to get property of non-object in /home/mukhiban/public_html/hidroponikuntuksemua.com/wp-content/themes/landingpress-wp/inc/breadcrumb.php on line 169
Cara Menanam Cabe Jambak Menggunakan Sistem Dutch Bucket

Cara Menanam Cabe Jambak Menggunakan Sistem Dutch Bucket

Sebagian orang indonesia mungkin masih menggunakan cara konvensional dan bukannya cara hidroponik ketika menanam cabe dirumah. Alasannya adalah karena takut tidak berhasil panen dan lain-lain. Padahal, jika penanaman dengan hidroponik memiliki peluang berhasil panen yang lebih besar jika dilihat dari aliran pupuknya. Karena, pada sistem tanam secara hidroponik, aliran pupuk (biasa disebut nutrisi dalam bahasa hidroponik) menuju tanaman berjalan dengan stabil. Dengan begitu, tentu hal ini dapat merawat tanaman cabe dengan stabil pula dan memperbesar peluang untuk bisa berhasil dan panen.

Jika anda tertarik untuk menanam cabe jambak ini, terlebih dahulu silakan order benih cabe jambak tersebut melalui CS kami di 081225091786 / kak Atun. Dan juga, siapkan beberapa peralatan dibawah ini.

  1. Starterkit hidroponik dutch bucket.
  2. Hidroton
  3. Netpot
  4. Rockwool
  5. Nutrisi
  6. Air secukupnya

Langkah pertama dalam penanaman cabe jambak dengan hidroponik adalah dengan menyemai benih terlebih dahulu. Penyemaian dapat dilakukan dengan rockwool secukupnya saja yang kemudian dibasahi dengan air. Buat rockwool menjadi lembab, dan jangan sampai terlalu basah. Baru kemudian dilubangi dan benih jambk diletakkan pada lubang tersebut.

Langkah selanjutnya adalah langkah pindah tanam. Tanaman cabe yang dihasilkan dari penyemaian harus tumbuh daun sejati terlebih dahulu sebelum dipindah tanam di starterkit dutchbucket tersebut. ketika pindah tanam, larutkan nutrisi yang telah disiapkan bisa dilarutkan dengan air secukupnya. Hidroton juga diperlukan sebagai media tanam yang baru yang diletakkan pada netpot. Hidroton digunakan pada penanaman cabe jambak karena dikenal sebagai media tanam yang dapat memiliki kekuatan yang baik untuk menopang sayuran besar seperti cabe jambak tersebut.

Cabai jambak yang telah berbuah setelah ditanam dengan sistem hidroponik.

Selamat mencoba.

Cara Menanam Lettuce Menggunakan Hidroponik Tower

Cara Menanam Lettuce Menggunakan Hidroponik Tower

Menanam sayuran secara hidroponik tidak hanya dapat dilakukan dengan susunan yang biasa saja. Namun, sekarang ini sudah banyak susunan penanam sayuran hidroponik yang dilakukan dengan susunan yang unik dan lebih bisa memanjakan mata yang memandang. Salah satu susunan unik yang dapat dibuat adalah dengan susunan tower menggunakan starterkit hidroponik tower. Dan kali ini, akan kami berikan tutorial untuk cara menanam lettuce menggunakan hidroponik tower.

Baikah, sebelum memulai penanaman, pertama-tama siapkan terlebih dahulu alat dan bahan dibawah ini.

  1. Starterkit hidroponik tower, untuk order bisa hubungi 082233540789 / kak Lia
  2. Rockwool
  3. Nutrisi
  4. Netpot
  5. Benih sayuran lettuce
  6. Air secukupnya

Pertama-tama anda semai benih sayuran lettuce menggunakan rockwool yang sudah disiapkan. Caranya, terlebih dahulu basahi rockwool hingga menjadi lembab tetapi tidak terlalu basah. Kemudian lubangi rockwool secukupnya dan mulailah untuk meletakkan benih lettuce ke lubang pada rockwool tersebut.

Kemudian, kalau benih diatas sudah pecah benih dan mulai tumbuh memiliki daun sejati, maka sayuran tersebut sudah siap untuk dipindah tanam ke starterkit hidroponik tower diatas. Jangan lupa untuk melarutkan nutrisi dengan air secukupnya serta pemindahan tanaman disertai dengan netpot agar sayuran bisa tersusun dengan baik pada starterkit hidroponik tower.

Foto yang didapat dari lettuce yang ditanam dengan hidroponik tower digantung.

Selamat mencoba.

Perbedaan Antara TDS Dan pH Meter Dalam Penanaman Hidroponik

Perbedaan Antara TDS Dan pH Meter Dalam Penanaman Hidroponik

Senangnya bisa berhidroponik secara mandiri dirumah. Kalau sudah bisa bertanam hidroponik secara mandiri, maka menanam sayuran apa saja akan terasa ringan, karena apapun sayurannya, keahlian yang diperlukan tetap sama, yaitu keahlian hidroponik. Bahkan keahlian hidroponik tersebut dapat berkembang dengan sendiri tanpa sadar ketika seseorang menggunakannya untuk bertanam. Nah, apakah keahlian hidroponik kamu sudah berani diuji? Kalau kamu tahu, apa perbedaan antara TDS dan pH meter?

Seorang pemula hidroponik mungkin belum benar-benar paham dengan perbedaan diantara kedua alat ukur hidroponik ini, padahal merupakan alat ukur penting yang tidak tergantikan. Oleh karena itu, akan kami bahas mengenai definisi keduanya, sehingga semua orang bisa mengetahui apa perbedaan antara kedua alat ukur tersebut.

TDS meter

Alat ukur TDS meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kepadatan larutan nutrisi hidroponik yang dipakai untuk mengaliri tanaman. sehingga, alat ini penting untuk dimiliki agar nutrisi yang kita larutkan sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Adapun satuan pengukurannya adalan ppm(part per million). Untuk order, anda bisa menghubungi nomor 081225091786/kak Atun.

Sebelum digunakan, TDS meter menunjulkkan angka 0.

pH meter

Alat ukur pH meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Lagi-lagi larutan nutrisi harus diukur dengan alat ukur, tetapi kali ini nama alat ukurnya adalah pH meter. Alat ini juga digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. berdasarkan pengalaman, alat ukur pH meter ini sering dibutuhkan ketika penanaman musim hujan, karena terkadang larutan nutrisi tidak sengaja tercampur dengan air hujan.

Cara Memotong Rockwool Si Media Tanam Hidroponik

Cara Memotong Rockwool Si Media Tanam Hidroponik

Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang banyak disukai oleh pelaku hidroponik. Rockwool tersebut banyak disukai karena kualitasnya yang dapat memenuhi kebutuhan dalam bertanam hidroponik. Mengapa tidak, beberapa kelebihan rockwool seperti mudah menyerap air, mudah disesuaikan kebutuhan penanaman, memiliki aerasi yang baik dan masih banyak lagi.

Rockwool tersebut biasanya dibeli dalam ukuran 1 slab. Sebagai media tanam, tentu ukuran tersebut terlalu besar bila digunakan untuk menanam sayur-sayuran yang ukuran akarnya tidak sebesar itu. oleh karena itu, diperlukan upaya pemotongan rockwool agar sesuai dengan kebutuhan penanaman sayuran hidroponik nantinya. Oleh karena itu, berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pemotongan rockwool si media tanam hidroponik.

  1. Pertama-tama siapkan rockwool yang berukuran 1 slab. Untuk order, anda bisa ke hidroponikuntuksemua.com/shop.
  2. Kemudian, siapkan juga penggaris untuk pengukuran dan gergaji besi untuk pemotongan.
  3. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan bagi anda yang ingin memotong rockwool anda. Namun, ada patokan tertentu yang dapat diikuti sehingga menghasilkan potongan rockwool yang sesuai dengan kebutuhan penanaman.

Aturan tersebut adalah bahwa untuk setiap satu kotak benih/tempat benih, ukuran rockwoolnya adalah 2,5cmx2,5cmx2,5cm.

  1. Mulailah memotong menggunakan gergaji besi tersebut dengan disesuaikan ukuran diatas.
Contoh pemotongan rockwool yang dilakukan setelah benih tumbuh didalam rockwool

Sekian cara memotong rockwool si media tanam hidroponik. Sekedar tips, ketika membeli rockwool, pastikan anda membeli rockwool media tanam yang baik, sehingga proses penanaman juga akan berlangsung dengan baik pula.