Cara Menam Cabai Dorset Naga Agar Tumbuh Maksimal

Cara Menam Cabai Dorset Naga Agar Tumbuh Maksimal

Menanam cabai dorset naga bisa menjadi kebanggan tersendiri apabila kita bisa merawatnya hingga berbuah dan akhirnya panen. Mengapa tidak, cabai yang satu ini merupakan salah satu dari jajaran cabai terpedas di dunia. Memilikinya sendiri di rumah tentu menjadi kebangaan tersendiri. Selain  membanggakan, kita juga memiliki kebebasan untuk mencicipi langsung sensasi kepedasan yang dihasilkan cabai dorset naga ini.

Kalau anda ingin bertanam cabai dorset naga di rumah, anda perlu mempertimbangkan berapa lahan yang tersedia di rumah kita. Karena tentu saja tidak semua diantara kita memiliki lahan yang cukup untuk bertanam, terutama kita yang hidup di perkotaan yang mana lahan pertanian semakin sempit. Yang tidak kalah pentingnya lagi, kita harus bisa merawat tanaman dorset naga kita agar memiliki pertumbuhan yang optimal. Mau tahu langkah-langkah penanamannya? Simak langkah-langkah berikut ini.

“Cabai dorset naga telah berbuah dengan sistem tanam hidroponik”

PENYEMAIAN

Langkah pertama tidak laindan tidak bukan adalah langkah penyemaian. Menyemai tanaman cabai tentu berbeda denan menyemai sayuran biasa. Kita terkadang dipaksa untuk menunggu hingga berhari-hari menunggu kapan benih yang kita tanam akan pecah benih. Oleh karena itu, kita haru smemperhatikan cara penyemaian kita dengan teliti.

PEMUPUKAN

Untuk pemupukan, sebenarnya bisa disesuaikan dengan selara kita, tetapi usahakan pemupukan dilakukan secara rutin dan jangan sampai tanaman kekurangan nutrisi. Kalau anda bertanam menggunakan sistem hidroponik, pastikan larutan nutrisi yang digunakan dapat mengalir dengan baik sehingga tanaman cabai dorset naga anda tidak akan mengalami hambatan saat tumbuh maupun saat berbuah cabai dorset naga nantinya.

PERAWATAN

Seperti yang disebutkan diatas, anda harus melakukan pemupukan dengan benar. Dan perawatan yang benar lebih dari itu. selain pemupukan yang benar, anda juga harus melakukan perawatan dengan benar setiap harinya.

PANEN

Cabai dorset naga biasanya bisa berbuah dalam waktu 3 bulan. Oleh karena itu, untuk membantu menumbuhkan tanaman cabai dorset naga, anda bisa menyemprotkan larutan “bio-grow” yang berfungsi untuk memaksimalkan fungsi genetika tanaman cabai doset naga anda.

Nah, itulah cara menanam cabai dorset naga agar tumbuh maksimal. Untuk artikel lainnya, silakan kunjungi www.hidroponikuntuksemua.com. Dan bagi anda yang mau order benih cabe ataupun bio-grow sekarang juga, silakan langsung saja kunjungi toko kami di www.hidroponikuntuksemua.com/shop atau bisa dengan menghubungi salah satu WA kami dibawah ini:

081225091786

081215773352

082220937342

082227639118

082300015354

085742123767

082233540789

“Bio grow berfungsi untuk membantu pertumbuhan genetika tanaman ke tahap maksimal”
Cara Menanam Lettuce Lolorosa Dengan Sistem Wick

Cara Menanam Lettuce Lolorosa Dengan Sistem Wick

Bertanam dengan sistem hidroponik wick memang menjadi pilihan yang tepat apabila anda masih pemula hidroponik. Karena banyak pemula yang disarankan untuk bertanam dengan sistem wick sehingga lebih mudah mendukung proses pembelajarannya. Dan kali ini, kita akan membahas mengenai cara menanam lettuce lolorosa dengan menggunakan sistem wick hidroponik. Lettuce lolorosa merupakan salah satu sayuran yang sehat untuk dikonsumsi keluarga. Salah satu khasiat dari sayuran ini adalah untuk mencegah penyakit asma. Nah, bagi anda yang mau terindar dari sakit asma bisa mencoba sayuran yang satu ini. baiklah, tanpa berlama-lama lagi berikut ini adalah cara menanam lettuce lolorosa dengan sistem wick yang bisa anda praktekan langsung di rumah.

“Sayuran lettuce lolorosa sudah tumbuh dengan baik dengan sistem wick”

PENYEMAIAN BENIH

Untuk menanam lettuce lolorosa sistem hidroponik, anda disarankan untuk menyemai langsung menggunakan rockwool. Caranya, pertama kali rockwool dibasahi hingga memiliki kelembaban yang cukup. kemudian lubangi rockwool tersebut dan taruh benih lettuce lolorosa pada lubang tanam yang telah disiapkan. Tunggu benih selama 1 malam atau satu hari, maka keesokan harinya anda akan menemui benih telah pecah dan muncul tanaman lettuce lolorosa kecil.

PINDAH TANAM

Pindah tanam dapat dilakukan setelah tanaman lettuce lolorosa kecil memiliki daun sejati, yaitu kisaran umur 2 pekan. Pertama-tama, anda perlu menyiapkan sistem wick yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman. kemudian, anda bisa mulai melarutkan nutrisi yang dibutuhkan lettuce lolorosa ini. adapun kepekatan nutrisi lettuce lolorosa ini adalah kisaran 560-840 ppm saja.

PERAWATAN

Perawatan sayuran lettuce lolorosa ini tidak jauh berbeda dengan jenis sayuran lain. anda hanya cukup untuk memeriksa larutan nutrisi yang ada pada bak nutrisi sistem wick anda. Pastikan anda mengaduknya setiap pagi atau sore, sehingga larutan nutrisi terhindar dari proses pengendapan nutrisi.

PANEN

Dan langkah yang selanjutnya adalah panen. Anda bisa memanfaatkan sayuran lettuce lolorosa ini untuk dimakan langsung sebagai lalapan anda ketika di rumah. tetapi, anda juga bisa memanfaatkannya untuk diolah menjadi menu baru sesuai selera anda.

Nah, itulah step by step cara menanam lettuce lolorosa dengan sistem wick. Untuk artikel lainnya, silakan kunjungi www.hidroponikuntuksemua.com. Dan bagi anda yang mau order paket sistem wick untuk bertanam sayuran lettuce lolorosa di rumah sendiri, silakan langsung saja kunjungi toko kami di www.hidroponikuntuksemua.com/shop atau bisa dengan menghubungi salah satu WA kami dibawah ini:

081225091786

081215773352

082220937342

082227639118

082300015354

085742123767

082233540789

“Peket sistem wick”
Catatan Maganger Hari ke-5 : belajar mint hidroponik

Catatan Maganger Hari ke-5 : belajar mint hidroponik

Tentang Tanaman Mint

Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara memperbanyak tanaman mint atau biasa disebut daun mint (Mentha cordifolia). Terus terang, sebelumnya saya belum pernah mengenal yang namanya daun mint, tempat ini lagi-lagi memberikan hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya, atau memang akunya yang masih kurang baca. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai aromaterapi, karena sifatnya dapat mengeluarkan aroma yang khas dan menenangkan. Aroma wangi daun mint disebabkan oleh adanya kandungan minyak atsiri berupa minyak menthol. Daun ini mengandung vitamin C, provitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potassium.

“Menanam tanaman daun mint dengan cara hidroponik”

Selain kandungan nya yang begitu melimpah hal-hal positif yang baik bagi konsumen, ternyata masih banyak lagi manfaat yang dapat diberikan tanaman ini bagi manusia. Diantaranya adalah meningkatkan funsi pencernaan, membandtu menangani mual dan skit kepala, meringankan asma, berdampak baik bagi kesehatan mulut dan gigi, mengobati pilek, mendinginkan kulit dan masih banyak lagi. Itulah mengapa, tanaman ini sangat direkomendasikan untuk dibudidayakan, tidak harus produksi. Kebutuhan pribadi juga tak apa.

Sekarang pertanyaannya, apakah tanaman ini dapat diusahakan di sistem hidroponik? Jawabannya adalah Iyya. Untuk kamu yang ingin mencoba menanam mint, cobalah, ini tidak sulit. Yang terpenting untuk mint adalah lingkungan yang lembab, dan teduh selanjutanya nutrisi yang sesuai apabila itu dikondisikan di sistem hidroponik. Kamu bisa menciptakan kondisi ini dengan menaruh mint di bawah shading (peneduh/tudung), kemudian menyiramnya 2 kali sehari, sampai becek juga boleh, biar lembab.

Nah, kali ini saya ingin berbagi mengenai cara memperbanyak mint. Jika Anda ingin menanam daun mint, ada dua cara yang bisa dilakukan yakni dengan menanamnya dari benih atau dengan menggunakan batangnya. Menanam tanaman mint dengan menggunakan stek batang lebih cepat dan mudah dilakukan daripada menanamnya dari benih.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Setelah semua alat dan bahan telah siap, maka tanaman tersebut sudah dapat diperbanyak dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Merendam batangnya dalam wadah yang beris air hingga muncul akar di bagian batang. Setelah akarnya muncul (bagian batang) maka batang tersebut dapat dipindahkan pada instalasi hidroponik yang telah dipersiapkan diawal
  2. Siapkan media tanamnya, untuk praktek kali ini saya menggunakan media tanam rockwool. Selain praktis, rockwool bisa lebih lama menyimpan air daripada media tanam lain. Namun anda bisa mencoba dengan media tanam lain seperti cocopeat atau sekam bakar, yang penting dalam proses stek jangan sampai

Potong rockwool dengan ukuran maksimal 3 x 3 x 3 cm, boleh kurang dari ukuran tersebut tetapi jangan sampa terlalu kecil.

  1. Tancapkan ruas batang mint ke dalam rockwool sedalam kira-kira 1
  2. Masukkan rockwool ke dalam netpot, usahakan rockwool menyentuh dasar netpot agar bisa terkena air pada waktu
  3. Letakkan semua netpot yang sudah berisi rockwool ke dalam wadah pembesaran (wadah yang sudah diisi nutrisi). Anda bisa menggunakan air nutrisi dengan kepekatan lebih dari 1000 ppm karena stek mint ini bisa dianggap sebagai tanaman yang sudah
  4. Dalam 10-15 hari akan mulai tumbuh akar pada ruas batang mint, apabila sudah mulai banyak dan panjang akarnya, maka mint sudah siap dipindahkan ke dalam sistem

 

NFT 72 Making 

Sebelum membahas mengenai cara membuat hidroponik dengan paralon (sistem NFT) secara lebih detil, terkadang orang bertanya kenapa media yang di pakai adalah paralon. Ya, ini merupakan salah satu pertanyaan wajar dan umum yang di tanyakan karena pada dasarnya masih ada beberapa media lain selain paralon yang dapat di gunakan untuk membuat hidroponik. Alasan kenapa paralon di gunakan adalah karena ketersediaannya yang cenderung lebih mudah di temukan. Selain itu, paralon juga mudah untuk di bentuk, misalnya saja untuk di lubangi dan di sambung dengan paralon lain. Tentu beberapa kemudahan ini akan memudahkan cara berkebun anda.

“Saat mengukur pipa peralon yang dibutuhkan untuk membuat sistem NFT”

Untuk cara membuat hidroponik dengan paralon ini, anda tidak perlu menyediakan beberapa bahan khusus. Bahan utama yang harus anda siapkan adalah paralon itu sendiri. Terdapat banyak ukuran paralon di pasaran yang dapat anda pilih, tentu anda dapat memilih ukuran tersebut berdasar mana yang anda inginkan. Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan sambungan paralon. Sambungan paralon ini di gunakan untuk menyambung beberapa paralon panjang untuk membuat semacam ‘komunitas’ tanaman. Tentu, anda juga harus mempersiapkan alat bor untuk melubangi beberapa paralon panjang dan yang terakhir adlah alat pemotong yang dapat digunakan untuk memotong paralon.

Berikut ukuran dan jumlah paralon yang perlu dipersiapkan :

  1. Pipa 1” 120 cm (5)
  2. Pipa 1” 45 cm (6)
  3. Pipa 1” 35 cm (10)
  4. Pipa 1” 30 cm (10)
  5. Pipa 1” 10 cm (2)
  6. Pipa 1” 6 cm (4)
  7. Sambungan “L” (10)
  8. Sambungan “T” (18)
  9. Pipa besar 120 cm (9)

Setelah semuanya sudah diukur dan ditandai, maka silahkan potong paralon tersebut menjadi potongan-potongan yang telah ditentukan ukurannya. Memotongnya menggunkan alat seadanya saja. Tetapi jika ada mesin pemotong, maka gunakan mesin tersebut supaya lebih mudah dan efisien.

Paralon besarnya dilubangi dengan jarak antar lubang lebih kurang 20 – 25 cm. Melubanginya dapat menggunakan bor dan mata bor yang sesuai.

Langkah berikutnya adalah memasang potongan-potongan paralon tersebut menjadi rangka hidroponik.

“Saat memasang atau merangkai sistem hidroponik NFT”
Catatan Magangers Hari ke-4 : belajar menanam sistem wick hidroponik

Catatan Magangers Hari ke-4 : belajar menanam sistem wick hidroponik

Hari ini, 09 Februari 2018 kembali saya tuliskan apa yang saya lakukan selama sehari penuh dan dengan target kata yaang telah ditetapkan. Hari ini masih tidak jauh berbeda dengan yang kemarin-kemarin, hanya saja yang saya lakukan hari ini lebih spesifik dan fokus hanya ke bebrerapa task saja. Yaitu di segmen sistem hidroponik wick dan vertical sytem making full.

Wick Sytem

Hidroponik dengan sumbu (sistem wick) merupakan teknik budidaya yang paling sederhana dan juga populer dipergunakan oleh para pemula. Wick sistem tergolong pasif dan nutrisi mengalir kedalam media tumbuhan dari wadah yang menggunakan sejenis sumbu. Cara membuat hidroponik dengan sumbu (sistem wick) ini bekerja dengan baik untuk tumbuhan dan tanaman kecil. Namun sistem ini tidak dapat bekerja dengan baik pada tanaman yang membutuhkan banyak air. Penanaman dengan sistem ini, selain mudah juga dapat memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai lagi di rumah anda. Jenis tanaman hidroponik yang biasanya ditanam dalam sistem wick ini seperti kangkung, bayam, seledri, selada, cabe dan tanaman kecil lainnya

“Contoh penanaman hidroponik sistem wick”

Persiapan alat dan Bahan

Sebelum kita mulai cara membuat hidroponik dengan sumbu (sistem wick) ini, kita sebaiknya menyediakan alat dan bahan yang diperlukan terlebih dahulu. Berikut ini adalah alat dan bahan pembuat sistem wick.

  1. Sediakan alat yang berguna untuk pot tanaman, seperti pot bekas, ember, kaleng bekas cat, botol, atau wadah bekas lainnya di sekitar rumah anda.
  2. Sumbu yang diperlukan, anda dapat menggunakan bekas sumbu kompor, kain flanel, dan atau kain yang menyerap air
  3. Pemilihan media tanam, anda bisa menggunakan sekam, serabut kelapa, arang, pecahan bata, rockwool, kerikil, busa bekas kursi, kapas. Dan biasanya banyak yang menggunakan media tanam rockwool. Sebab rockwool lebih steril dan tahan terhadap penyakit

 

Anda dapat mudah mendapatkannya di toko pertanian atau membeli secara online di Ajairu Indonesia

Cara Menyemai Benih Hidroponik

Sebelum kita mulai menanam hidroponik ini, alangkah baiknya kita menyemai benih terlebih dahulu. Sehingga cara membuat hidroponik dengan sumbu (sistem wick) kita akan cepat panen. Menyemai benih memang tergolong mudah, namun jika tidak dilakukan dengan benar, bisa saja biji yang kita semai tidak dapat tumbuh. Berikut adalah cara menyemai benih hidroponik.

  1. Potong dadu rockwool yang telah kita sediakan sebelumnya. Kita potong kecil- kecil sekitar 2,5 x 2,5 cm. Atau bisa menggunakan media tanam
  2. Basahi rockwool atau media tanam lainnya, agar tidak terlalu basah cukup dengan menciprat-cipratkan air saja. Karena rockwool yang terlalu basah dapat mengakibatkan beberapa hal, seperti membusuknya benih yang dimasukkan kedalam lubang rockwool, dan sulitnya pengkondisian roockwol ketika ingin dipindahkan.
  3. Kemudian buat lubang di tengah media tanam tersebut. Jangan melubangi terlalu dalam karena dapat berakibat tidak tumbuhnya benih, lalu masukkan 2 atau 3 biji benih kedalam lubang yang sudah kita buat Memasukkan benih lebih dari satu bertujuan untuk memberikan cadangan bagi benih yang kemungkinan nantinya tidak tumbuh.
  4. Tata dan simpan dalam wadah lalu tempatkan di tempat yang tidak terkena air hujan dan tutup dengan sesuatu penutup agar menjaga kelembaban Tunggu beberapa hari hingga telah tumbuh calon tanaman tersebut.

Pengkondisian nutrisi tanaman

Berdasarkan alat yang digunakan dalam praktek ini adalah bak yang berukuran lebih kurang 10 liter air, maka air yang digunakan (dimasukkan kedalam bak) adalah 7 liter. Sesuai instruksi pakde, bahwa dalam setiap liter air itu perbandingannya adalah 2 ml larutan A dan 2 ml larutan B. karena kita menggunakan air sebanyak 7 liter, maka total larutan yang dicampurkan adalah masing-masingnya 14 ml. Selanjutnya dapat diukur dengan alat ukur ppm, untuk kebutuhan tanaman yang akan ditanam pada praktek kali ini adalah berkisar 700an ppm. Perlu diketahui, bahwa ukuran ppm itu berbeda dari satu tanaman dengan tanaman lainnya. Silahkan dicari di situs terpercaya, Insyaalloh daftar kebutuhan tanaman akan kondisi ppm ada disana. Karena alat dan bahan yang ada di lokasi magang ku sudah tersedia, maka tanaman yang sudah siap pindah atau tanam maka dapat dipindahkan kedalam instalasi hidropnik wick.

Demikian cara hidroponik sederhana dengan sistem wick. Sebenarnya ada berbagai macam jenis hidroponik, seperti sistem NFT, Dutch Bucket, Autopot, fertigasi, drip, rakti apung, dan lain-lain. Tapi karena saya baru nyoba yang sistem wick, jadi baru ini saja yang saya tulis. Tetapi, pada dasanya sama. Hanya saja perbedaan menonjolnya terletak pada sistem dan prinsip kerjanya.

 

Vertical System (Tower)

Setalah menunaikan 4 rakaat dzuhur, pakde kembali membimbing saya. Kali ini tentang instalasi yang bentuknya secara vertikal atau biasa mereka menyebutnya tower. Teknik ini adalah teknik yang dilakukan dengan tujuan memanfaatkan lahan terbatas/sempit agar lebih optimal. Dengan teknik vertikultur kita bisa menanam dengan 20 sampai 40 tanaman bahkan lebih pada lahan yang sempit. Coba kita bayangkan berapa banyak luas lahan yang dibutuhkan jika seandainya tanaman tersebut dibudidayakan secara konvensional.

“Contoh penanaman lettuce dengan sistem vertikal”

Sejauh ini, tentang teknik vertikultur, saya dapat membedakannya menjadi 2 jenis yaitu : vertikultur konvensional dan vertikultur hidroponik. Tapi tidak tau, apakah sudah dibedakan ke beberapa jenis lagi. Karena saya lagi belajar tentang hidroponik, jadi pembahasn kita kerucutkan ke vertikultur hidropnik.

Yang membedakan teknik ini dengan teknik vertikultur konvensional adalah media tanam yang digunakan. Pada vertikultur hidroponik tidak menggunakan media tanam tanah, melainkan media tanam non-tanah yang lazim digunakan pada sistem hidroponik, misalnya cocopeat, arang sekam, rockwoll, perlite atau yang lainnya. Sedangkan sistem hidroponik yang bisa diaplikasikan bermacam-macam, bisa sistem wick/sistem sumbu, sistem dutch bucket, NFT atau sistem fertigasi.

Contoh jenis – jenis tanaman yang bisa ditanam dengan teknik vertikultur misalnya kangkung, bayam, sawi/pakcoy, bawang merah, tomat, cabai besar, cabai rawit, cabai hias, selada, kemangi, terung dan lain sebagainya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, jika anda memutuskan untuk menggunakan system vertikal. Syarat utama dalam membuat vertikultur adalah kuat agar tidak mudah roboh dan mudah dipindahkan. Ukuran wadah atau pot vertikultur disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Untuk jenis tanaman sayuran daun seperti sawi, bayam, kangkung, caisim bisa menggunakan botol bekas air mineral atau pipa paralon berdiameter 3 inci. Sedangkan untuk menanam sayuran buah seperti tomat, terung, cabai besar atau cabai rawit sebaiknya menggunakan wadah yang berukuran lebih besar agar mampu menampung media tanam lebih banyak, jika menggunakan pipa paralon gunakan yang berdiameter minimal 4 inci. Media tanam yang digunakan harus memenuhi syarat, yakni gembur/porous dan memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sebagian besar tanaman memerlukan sinar matahari agar mampu tumbuh secara maksimal, oleh sebab itu lokasi penempatan pot vertikultur harus diperhatikan. Letakkan tanaman vertikultur pada tempat yang tersinari matahari, minimal 6 jam sehari.

Teknik vertikultur diciptakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit untuk berkebun atau bercocok tanam. Bagi anda yang tinggal diperkotaan atau tidak memiliki lahan yang cukup, teknik vertikultur sangat cocok untuk menyalurkan hobi berkebun anda. Berkebun vertikultur memiliki manfaat ganda, selain untuk memenuhi kebutuhan dapur juga berfungsi sebagai tanaman hias. Tanaman vertikultur memiliki nilai seni dan unsur estetika yang tinggi. Perawatan dan pemeliharaan tanaman vertikultur juga mudah, tidak kotor dan bisa dipindah-pindah. Dengan teknik ini anda bisa menanam banyak tanaman meskipun lahan yang tersedia hanya sedikit.

Mengingat di Indonesia masih tersedia lahan pertanian yang sangat luas, teknik vertikultur sepertinya belum cocok diaplikasikan untuk budidaya secara komersial. Penerapan teknik vertikultur untuk tujuan komersial perlu mempertimbangkan aspek ekonomisnya, agar tidak mengalami kerugian akibat biaya produksi yang tinggi dengan hasil panen yang tidak sesuai. Jika hanya untuk menyalurkan hobi berkebun, teknik vertikultur sangat membantu. Namun jika dikembangkan secara besar-besaran untuk tujuan komersial, penerapan teknik vertikultur membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

Catatan Magangers Hari ke-3  : akuaponik versus ikan gabus

Catatan Magangers Hari ke-3 : akuaponik versus ikan gabus

Karena di hari kedua beberapa dari teman-teman fokus di pembuatan instalasi hidroponik dan packagingnya, ada tugas yang belum sempat dilaksanakan, yaitu persiapan tempat untuk budidaya ikan gabus. Pagi kemarin kita menyelesaikannya. Sampai saat ini saya belum dapat memastikan, apakah ikan yang akan dibudidayakan itu hanya akan dibudidayakan, ataukah dijadikan salah satu sarana untuk pembuatan aquaponik.

Jika dilihat dari sisi lain ikan gabus selain dapat dijadikan pelengkap sarana aquaponik, Ikan gabus sangat potensial dijadikan sebagai makanan kesehatan, hal ini kerena mudah diperoleh di pasar, kandungan yang dimilikinya berupa protein, lemak, mineral dan vitamin yang sangat baik untuk kesehatan serta khasiat yang telah terbukti secara klinis dan beragam produk olahan dan berbagai jenis masakan yang dapat dibuat dari ikan gabus. Itulah mengapa, sangat direkomendasikan berbudidaya ikan gabus.

Di ruang pembuatan nutrisi, Hari ini saya berlama-lama di ruang ini untuk membantu mas yang ada disini sekaligus menanyakan beberapa pertanyaan tentang nutrisi yang akan diproduksi, mulai dari takaran dan lain sebagainya. Nutrisi yang digunakan adalah nutrisi AB mix tetapi dalam bentuk terpisah, yang kemudian disatukan dalam takaran tertentu dan jumlah tertentu. Kadang juga tergantung dari pesanan konsumen.

“Semua peralatan pemuatan larutan nutrisi stok sudah disiapkan”

Nutrisi hidroponik atau nutrisi AB Mix ada yang berbentuk cair dan ada juga yang berbentuk padat (serbuk). Disebut AB Mix karena memang terdiri dari nutrisi A dan Nutrisi B yang dikemas secara terpisah. Nutrisi ini tak dapat dicampur dalam satu tempat karena akan terjdi endapan. Nutrisi AB Mix cair maupun padat sebenarnya sama saja, hanya sedikit berbeda soal penggunaan, penyimpanan dan distribusinya. Nutrisi cair lebih prakstis digunakan karena bisa langsung dilarutkan dengan air menjadi larutan siap pakai dengan takaran sesuai kebutuhan. Akan tetapi nutrisi cair sedikit repot dalam pendistribusian maupun penyimpanan karena volumenya lebih besar. Sedangkan nutrisi padat (serbuk) volume kemasan lebih kecil sehingga pendistribusian dan penyimpanannya lebih mudah. Namun nutrisi padat (serbuk) harus dilarutkan terlebih dahulu menjadi larutan pekat (larutan induk) sebelum dicampur dengan air menjadi larutan siap pakai.

 

Pupuk yang digunakan dalam hidroponik maupun fertigasi adalah pupuk “water solluble”, artinya mudah larut dalam air. Sehingga pupuk-pupuk konvensional yang biasa dipakai petani seperti SP36, NPK Mutiara, Dolomit, kurang sesuai untuk digunakan dalam hidroponik karena kurang larut sempurna. Karena dikhawatirkan endapan dari pupuk- pupuk konvensional dapat menyumbat aliran perpipaan irigasi dalam sistem hidroponik maupun fertigasi

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa nutrisi bagi tanaman hidroponik merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nutrisi hidroponik berfungsi sebagai pemasok utama kebutuhan air dan mineral bagi tanaman yang akan menentukan kualitas hasil tanaman hidroponik. Untuk itu pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik haruslah dalam takaran yang tepat dari segi jumlah komposisi ion nutrisinya.

Sekadar catatan tambahan, bahwa ada kekurangan dan kelebihan pupuk AB Mix hidroponik ini. Keunggulannya dalah kelengkapan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Kekurangannya yaitu dapat meyebabkan tanaman terbakar bila diberikan pada tanaman dalam dosis yang terlalu banyak (berlebihan). Selain itu pupuk AB Mix hidroponik ini harus disesuaikan dengan jenis tanaman, apakah untuk sayur daun, buah, atau lainnya.

“Dengan dibantu pakde farmer, proses pelarutan nutrisi hari ini berjalan lancar”

Sebelum berkemas untuk kembali ke tempat tinggal masing- masing, pakde kembali memanggil saya untuk menyiapkan satu instalasi hidroponik yang akan digunakan (ditanami). Disini saya belajar bagaiman memindahkan tanaman yang sudah siap pindah. Kemudian dilanjutkan penyemprotan untuk tanaman-tanaman yang kurang lebih sudah melewati masa juvenil nya, karena pada saat panen, ditemukan di beberapa daun itu ada aphid.