Cara menanam sayuran hidroponik dengan paket wick 6 lubang tanam

CARA MENANAM SAYURAN DAUN MENGGUNAKAN SISTEM WICK SECARA UMUM

1. Semai benih sayuran hidroponik

STEP BY STEP MENANAM SAYURAN HIDROPONIK SISTEM WICK

1. Semai benih sayuran

1. siapkan paket wick untuk menanam sayuran hidroponik kesukaan anda

2. cek kelengkapan alat dan bahan pada sistem wick yang anda beli atau yang anda siapkan sendiri

3. pastikan ada media tanam rockwool, nutrisi, benih sayuran, netpot dan juga baknya

4. Ambil media tanam rockwool, potong / garis menjadi 2,5×2,5×2,5 cm

5. Basahi rockwool dengan air misal air sumur, air ac, air ro usahakan air baku memiliki ppm yang kecil

6. buat lubang tanam sebesar 2-3x besar benih dengan kedalaman 2-4 mm tergantung besar benihnya

7. masukkan benih pada lubang tanam yang telah dibuat tadi,, untuk jenis sawi sawian dan juga jenis lettuce cukup masukkan benih 1-2 biji saja. untuk benih bayam 1 potong rw bisa dikasih benih sampai 20 benih, untuk kangkung dan seledri juga bisa banyak. 

8. Tunggu 24-48 jam biasanya benih sudah pecah benih ( keluar akar ) langsung taruh ditempat yang terkena sinar matahari secara langsung. minimal semaian kena sinar matahari 4-5 jam dari pagi ya..

9. Semaian siap dipindahkan ketika sudah berdaun 3- 4 atau daun sejati 1-2 ( biasanya berumur 9-14 hari )  sudah siap dipindah tanamkan. Jika anda belum sempat pindah tanam maka semain sudah bisa dikasih nutrisi hidroponik

Step by step pindah tanam ke sistem wick

2. Pindah Tanam

1. ambil semaian potong rockwool sesuai garis saat mau semai 

2. setelah dipotong masukkan semaian ke netpot, netpot sebelumnya telah di pasangkan sumbu

3. masukkan netpot yang sudah berisi semain ke dalam lubang tanam pada sistem wick yang sudah kita siapkan

3. Perawatan

Selalu cek tanaman terutama ketika hujan dan juga ketika panas terik matahari. Pastikan tanaman dalam kondisi normal dan sehat. Cek selalu ph, suhu larutan dan juga ppm pada larutan nutrisi hidroponik. tambahkan larutan nutrisi ketika sudah berkurang maksimal 1/3 dari isi awal. 

4. Panen

anda bisa memulai panen sayuran hidroponik kesukaan anda mulai umur 25 hss tergantung jenis tanaman yang anda tanam. 

TIPS SUKSES MENANAM SISTEM WICK

Jika anda mau menanam sayuran hidoponik dengan sistem wick ini tentu saja ada beberapa hal yang penting untuk anda perhatikan, kenapa? supaya sayuran hidroponik yang anda tanam menggunakan sistem wick ini mampu tumbuh secara optimal.  Nah hal apa saja yang perlu diperhatikan? dibawah ini uraiannya:

1. jarak tanam jangan terlalu pendek standar produksi adalah 20-25 cm antar lubang

Untuk jenis tanaman tertentu memerlukan jarak lubang tanam yang panjang agar pertumbuhan tanaman bisa optimal. Namun jika tanaman yang tumbuhnya lebih meninggi jarak tanam pendek juga gak masalah. namun karena sistem wick ini untuk belajar dulu maka jarak lubang tanam bisa diabaikan dulu. nah ketika sudah bisa dengan sistem wick ini anda bisa membuat sistem lain dengan jarak lubang tanam standar

2. jarak pot ke larutan nutrisi usahakan tidak lebih dari 1cm

jarak net pada netpot usahakan berjarak tidak lebih dari 1 cm dimaksutkan agar ketika akar tanaman keluar dari sumbu bisa segera terkena larutan nutrisi. Sehingga akar yang baru tumbuh tidak sampai kering karena jarak terlalu jauh dengan larutan nutrisi.

3. pilih tanaman yang kebutuhan air masih bisa terpenuhi oleh daya kapilaritas sumbu pada sistem

Jika tanaman memerlukan air lebih banyak dari daya kapilaritas sumbu yang anda gunakan maka akan berakibat pada tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi pada tanaman hidroponik anda.

4. aduk larutan nutrisi minimal 1 x sehari jika anda tidak menggunakan aerator

anda bisa mengaduk larutan nutrisi menggunakan tangan atau alat apa saja yang penting steril minimal 1 x, jika anda sudah menggunakan aerator mungkin tidak perlu diaduk. 

5. Gunakan bak larutan nutrisi yang tidak tembus cahaya matahari

kenapa gunakan bak larutan yang tidak tembus sinar matahari supaya pertumbuhan lumut tidak banyak. lumut pada larutan nutrisi selain akan tidak menarik ketika dilihat juga akan berakibat pada sayuran yang ditanam. pertumbuhan kurang optimal. jika anda membeli paket dari kami Insya Alla

6. Gunakan air baku yang tds dibawah 100 ( bisa gunakan air tetesan ac, atau air RO atau air apa saja yang ppmnya dibawah 100 )

logikanya jika air bakunya ppm sudah tinggi airnya sudah banyak kandungan mineral didalam air tersebut. Air paling bagus untuk berhidroponik adalah 0 namun untuk mendapatkan ppm 0 tentu saja akan cukup sulit. yang mendekati adalah air tetesan AC yang ppm sekitar 30-60, air RO dibawah 20, air destilasi

7. Jaga suhu larutan nutrisi antara 24-27 celcius

usahakan larutan nutrisi hidroponik dalam bak adalah 24-27 derajat celcius, selalu cek menggunakan alat ukur suhu. Jika lebih dari itu maka anda bisa tambahkan es. supaya suhu larutan turun.

8. jaga ph dikisaran 5,5-6,5 

Jaga ph larutan nutrisi di kisaran 5,5 – 6,5 agar semua unsur hara bisa terserap optimal oleh akar tanaman. 

9. bantu spray tanaman ketika panas terik antara jam 10-14

Suhu lingkungan yang terlalu panas dari kebiasaan tanaman tentu akan cukup berpengaruh pada tanaman menjadi layu. silahkan bantu spray tanaman jika kondisi tanaman layu.

10. selalu cek dan pastikan sumbu bekerja dan bisa membasahi rockwool ( jika menggunakan rockwool )

selalu cek saja ya agar rockwool tidak kekeringan dan tanaman tetap segar dan tumbuh optimal.

10 hal diatas penting untuk anda perhatikan agar budidaya sayuran hidroponik yang anda tanam mampu tumbuh secara optimal. mau kan sayuran hidroponik yang anda kelola tumbuh optimal? minimal seperti contoh difoto diatas artikel ini ya

BUAT SENDIRI SISTEM WICK ATAU BELI DI KAMI

Sebelum anda mengikuti langkah langkah diatas tentu saja anda wajib menyiapkan alat bahan untuk memulai menanam sayuran hidroponik kesukaan anda.  Jika anda pengen segera action maka  anda bisa membeli perlengkapan hidroponik maupun paket hidroponik wick ini disini. klik disini untuk melihat paket starterkit wick lengkap dan murah

paket hidroponik pemula
Paket Lengkap untuk memulai Menanam sistem wick

Portfolio

Dibawah ini beberapa hasil sayuran yang ditanam menggunakan sistem wick. Semoga menginspirasi

WICK SYSTEM

lolorosa sistem wick
starterkit wick murah
STARTERKIT WICK MURAH
PAKET SEDERHANA HIDROPONIK

Cara menanam cabai bolivian rainbow di sistem dutch bucket

sudah tahu kan apa itu sistem dutch bucket?? yang belum tahu apa itu sistem dutch bucket Anda bisa simak foto dibawah ini :

sistem dutchbucket

kalo mau beli yang sudah jadi juga sudah ada…jual starterkit dutch bucket

kira kira fotonya seperti diatas ya.. penjelasannya adalah sistem dutc bucket ini sebenarnya kombinasi antara sistem NFT dan juga sistem fertigasi tetes. Larutan nutrisi di alirkan menggunakan pompa ke sistem hidroponik media tanam dan akan dikembalikan ke bak nutrisi. sistem ini biasanya digunakan untuk menanam sayuran buah seperti cabai, terong, timun, semangkan, melon dan sayuran buah lainnya.

Sesuai judul diatas maka hari ini kita akan membahas tentang bagaimana menanam cabai menggunakan sistem dutch bucket ini. Nah seperti apa langkah-langkahnya Anda bisa membaca terus artikel ini sampai selesai ya..

  1. siapkan benih cabainya
  2. siapkan media tanam
  3. siapkan sistem untuk semai
  4. siapkan nutrisi hidroponik
  5. siapkan sistem dutch bucketnya
  6. siapkan air
  7. dan siapkan alat bahan pendukung lainnya seperti gunting, pinset, tusuk gigi, ember

setelah Anda siapkan peralatan dan perlengkapan seperti diatas maka langkah selanjutnya adalah mulai. untuk memulai menanam cabai bolivian rainbow di sistem dutch bucket ini Anda boleh ikuti langkah langkah seperti dibawah ini

  1. Semai benih cabai bolivian rainbow

setelah Anda memiliki benih cabai bolivian rainbow maka Anda bisa semai benih menggunakan media tanam yang telah Anda siapkan. Anda bisa menggunakan rockwool, maupun media tanam lainnya seperti arang sekam, cocopeat dll. Sudah tahu kan bagaimana cara semai benih cabainya?? yang belum bagaimana caranya semai cabai bisa klik disini.  Setelah semaian berdaun 4-6 Anda boleh pindahkan semaian cabe ini ke sistem dutch bucket.

2. Siapkan sistem dutch bucket

untuk sistem dutch bucket Anda bisa membuat sendiri. namun jika Anda tidak cukup memiliki waktu untuk membuat Anda bisa membelinya. Untuk membeli sistem dutch bucket Anda bisa wa /sms 081215773352 atau bisa klik www.hidroponikuntuksemua.com/shop

3. Pindah tanam

Nah setelah Anda semai dan juga sudah siapkan sistem dutchbucketnya maka langkah selanjutnya adalah pindah tanam.  cabai bisa pindah tanam ketika berumur kisaran 3 minggu atau ketika daun sudah 4-6. Seb elum dipindah tanam ke sistem dutcbucket pastikan Anda sudah setting sistem dutch bucket dan juga sudah Anda tes. setelah sistem dutch bucket Anda siapkan dan sudah di tes berjalan lancar maka Anda bisa mulai pindah tanam. Sebaiknya Anda sudah memberi nutrisi hidroponik pada bak penampung airnya.

4. Rawat tanaman

setelah Anda memindah semaian cabai bolivian rainbow ke sistem dutc bucket langkah selanjutnya adalah merawat. tanaman cabai cukup rentan terserang hama, sepert aphids, thrips,kutu kebul dll maka Anda perlu cek setiap hari kondisi tanaman ini. untuk pencegahan Anda bisa semprotkan pestisida alami setiap 2x dalam seminggu.

5. Panen

panen tentu saja adalah hal yang selalu akan ditunggu tunggu. setelah tanaman cabai ada yang telah memasuki masa panen maka panenlah.. hehe

nah mudah kan teman teman, silahkan dicoba ya jika Anda ingin menanam cabai dengan sistem dutch bucket ini maka Anda bisa mengikuti langkah langkah seperti diatas.

semoga bermanfaat,, silahkan share ke social media yang Anda ikuti ya..

Jika Anda membutuhkan sistem dutch bucket Anda bisa kontak cs kami

081215773352

082300015354

081225091786

 

MPH ~ Menanam PAPRIKA Hidroponik

     Paprika adalah jenis tanaman yang dianggap sulit selama ini oleh banyak orang untuk dibudidayakan. Tetapi saat ini telah ditemukan cara menanam paprika dengan teknik hidroponik melalui sistem yang lebih sederhana.

Sebelum Anda mengaplikasikan cara menanam paprika dengan teknik hidroponik diwajibkan menyediakan benihnya terlebih dahulu. Adapun benih tanaman paprika yang baik ialah benih dalam bentuk kemasan yang bisa didapatkan di toko-toko pertanian atau toko hidroponik. Janganlah memilih benih paprika dari biji buahnya sebab panen yang dihasilkannya nanti berbeda dengan induknya. Malah ada kemungkinan sama sekali tidak berbuah.

     Benih paprika yang sudah Anda beli di toko itu mesti disemaikan dalam keadaan lembab dengan menggunakan rockwool sebagai media tanamnya. Selama 1-2 hari media tanam mesti tidak terkena sinar matahari supaya kelembabannya dapat terpelihara dengan baik.

Pelindung tanaman bisa dibuka saat tunasnya telah mulai keluar sehingga mendapatkan paparan sinar matahari. Penyiraman mesti dilakukan dengan sistem semprot setiap hari pada pagi dan sore hari. Rangkaian pembenihan budidaya paprika hidroponik ini memerlukan waktu antara 10-14 hari.

Setelah menginjak usia 2 minggu maka benih paprika akan menghasilkan daun sebanyak 2-4 helai dan sebagian telah melebar. Dari sini tanaman paprika tersebut mesti segera dipindahkan ke media hidroponik yang metodenya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari metode fertigasi, dutch bucket, NFT, dan DFT. Semuanya bisa dipilih dan dipergunakan.

     Pada setiap masa pertumbuhannya tananam paprika memiliki keperluan nutrisi yang berbeda. Ketika umurnya masih 7-14 hari, gunakan nutrisi AB Mix dan nutrisi yang tingkat kepekatannya 750 ppm. Saat berumur 30-45 hari tanaman paprika yang telah mulai mengeluarkan bunga ini membutuhkan nutrisi yang kepekatannya 1500 ppm.

Kemudian ketika mulai menghasilkan buah sebaiknya diberi nutrisi dengan kepekatan 3500 ppm dan pH larutannya 6,6 pH. Anda dapat memakai pH meter atau TDS meter untuk mengetahui ukuran kandungan tersebut yang dilakukan pada pagi hari dan sore hari.

     Menanam paprika dengan teknik hidroponik selalu tergantung pada keadaan cahaya dan suhu udara. Bila suhunya terlampau panas akan membuat tananam cepat layu malahan menyebabkan hambatan pada sistem metabolisme. Suhu yang sangat ideal untuk menanam paprika hidroponik adalah antara 10-23oC dengan kelembabannya sekitar 80%.

Tanaman paprika hidroponik mesti diselimuti dengan kain putih/paranet jika suhunya tinggi (panas) tetapi amat rendah kelembabannya. Anda bisa meningkatkan kelembaban udaranya dengan alat semprot nozzle air yang ditempatkan di atas lokasi penanaman. Anda bisa membangun greenhouse bila dirasakan perlu.

Walau biaya pembuatannya agak mahal tetapi hasil panen dari menanam paprika dengan teknik hidroponik akan menjadi lebih baik lantaran terbebas dari serangan hama. Selamat mencoba cara menanam paprika dengan teknik hidroponik di atas, mudah-mudahan saja Anda sukses dengan hasil yang optimal.

Mau dapat info Benih Paprika tanpa harus beranjak dari kursi duduk Anda. Hubungi no : 081225091786 / 081215773352 cs Hidroponik Untuk Semua

ETIOLASI ( Kurus, Tinggi, Langsing ) pada Semaian Hidroponik

Contoh Gambar Etiolasi

Etiolasi atau sering disebut juga Kutilang adalah istilah yang kita gunakan ketika semaian kita mengalami pertumbuhan yang tidak seimbang atau seharusnya. ETIOLASI Bisa terjadi karena adanya hormon Auksin. Auksin sendiri adalah zat hormon tumbuh yang ditemukan pada ujung batang, akar dan pembentukan bunga. Funginya adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan pemicu pemanjangan sel . Ciri dari tanaman yang kutilang atau etiolasi adalah batang tanaman yang tumbuh memanjang batang ini tidak kokoh, daun kecil serta tidak melebar dan berwarna pucat. Penyebab dari ETIOLASI adalah kurangnya sinar matahari yang diserap tanaman sehingga Hormon Auksin tidak dapat terdegrasi atau terurai, hormon ini akan mengambil alih pertumbuhan dan menyebabkan tanaman tumbuh memanjang.

Untuk tahap awal penyemaian, hormon ini sangat bagus karena membantu percepatan pecah benih. Ketika benih yang kita semai kita tutup dengan plastik hitam atau kita letakkan pada ruangan yang gelap dan suhu yang lembab tidak ada cahaya masuk hormon AUKSIN akan bekerja secara sempurna. Namun hormon auksin ini akan berdampak kurang baik ketika benih yang sudah kita semai pecah dan tidak kita kenakan sinar matahari, Auksin akan bekerja dan akan memicu terjadinya kutilang. Jadi untuk menghasilkan semaian yang baik kita bisa mempercepat perpecahan benih dengan hormon auksin namun ketika benih sudah pecah kita harus segera mengenakannya denga matahari agar auksin terurai dan pertumbuhan semain bisa normal atau seimbang.

Untuk Mencegah ETIOLASI bisa juga dilakukan Penyemaian dengan cara sebagai berikut :

  1. Kenali kriteria tanaman yang ingin anda semai, misalkan lettuce. Untuk lettuce waktu pecah biasanya 1 – 2 hari untuk itu pastikan ketika kita semai dan benih sudah pecah bertepatan dengan adanya sinar matahari. Kita semai lettus kamis pagi, kemungkinan benih akan pecah adalah jumat pagi. Jadi waktu ini terhitung cocok untuk penyemaian.
  2. Ketika semain kita pecah namun tidak semuanya, tetap kenakan semain yang sudah pecah kesinar matahari, untuk semaian yang belum becah bisa kita tutup dengan kertas yang sudah kita potong kotak untuk menutupi benih tadi. Ingat tetap pertahankan kelembapan karena kita masih menunggu proses pecah benih.
  3. Rutin cek semaian kita

NB: Semaian yang sudah pecah sebaiknya kenakan sinar matahari paling tidak 4 jam sinar pagi. Tetap cek kelembaban rockwool. Jika sudah terjadi penguapan yang besar segera imbangi dengan penyiraman rockwool.

 

Apa yang harus dilakukan ketika ETIOLASI sudah terjadi ??

Tetap teruskan, namun penanaman ini kita gunakan untuk penelitian atau untuk media belajar kita. Bisa kita bandingkan hasil panen antara semian yang KUTILANG dan NORMAL. Dengan harapn kedepanya kita sudah mampu untuk menyemai dengan Baik.

Contoh semaian tidak ETIOLASI