Cara Menanam Bayam Merah Hidroponik

Hidroponikuntuksemua.com – ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang dengan hobi. Semua orang tentu saja memiliki hobi yang paling mereka sering lakukan. Namun, mungkin saja hobi yang mereka lakukan tersebut berbeda dengan orang lain. Bagi sebagian orang, memasak bisa menjadi salah satu hobi yang menyengkan untuk dilakukan. Namun, ada juga yang memilih untuk menggeluti hobi bertanam sebagai hobi yang mereka lakukan. Hal tersebut tentu saja wajar mengingat setiap orang memiliki prinsipnya sendiri. Adapun bagi mereka yang memiliki hobi bertanam, kegiatan bertanam tentu saja sudah menjadi makanan sehari-hari yang sudah tidak asing lagi untuk dilakukan. Selain itu, hobiis bertanam tersebut juga secara tidak langsung bisa mendapatkan manfaat yang didapatkan dari hobinya tersebut.

Terdapat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari memiliiki hobi bertanam tersebut. Manfaat pertama tentu saja adalah hobiis akan bisa lebih memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengan kegiatan yang lebih bermanfaat yaitu dengan bertanam tersebut. Namun, disamping itu juga ada manfaat lain yang bisa didapatkan dari hobi bertanam tersebut. Salah satu manfaatnya tersebut adalah ketika masa panen tiba, maka hobiis bertanam bisa langsung menikmati hasil penanamannya tersebut tanpa harus membayar dan langsung bisa petik sendiri di kebun. Selain itu, secara tidak langsung mereka juga telah tergabung menjadi salah satu komunitas yang ikut menghijaukan bumi kembali atau go green akibat pemanasan global.

Sayuran menjadi jenis tanaman yang paling banyak ditanam oleh para penanam tersebut. Hal tersebut tentu saja bukanlah sebuah kebetulan mengingat ada banyak keunggulan dari tanaman dari jenis sayuran tersebut sehingga banyak dilakukan penanaman. Salah satu sayuran yang bisa ditanam adalah sayuran bayam merah. Sayuran bayam merah tersebut memiliki sedikit perbedaan yaitu pada daun dan batangnya yang berwarna merah sehingga disebut bayam merah. Untuk menanam sayuran bayam merah tersebut para hobiis bisa menggunakan sistem penanaman hidroponik yang bisa dilakukan tanpa menggunakan tanah. Sehingga, bisa dilakukan oleh siapa saja terutama bagi mereka yang sulit menemukan tanah yang subur. Nah, berikut ini adalah step by step untuk cara menanam bayam merah hidroponik.

  • Langkah pertama tentu saja adalah penyemaian benih terlebih dahulu. Untuk menyemai benih bayam merah anda bisa menggunakan rockwool yang mudah menyerap air.
  • Semai benih bayam tersebut menggunakan rockwool yang lembab dan tunggu hingga semaian tersebut siap untuk pindah tanam.
  • Setelah itu, siapkan terlebih dahulu sistem nft hidroponik yang akan digunakan untuk pindah tanam semaian bayam merah nantinya.
  • Larutkan nutrisi hidroponik yang akan digunakan untuk penanaman bayam merah hidroponik di sistem nft hidroponik tersebut. Adapun untuk kadar kepekatan nutrisi untuk bayam merah pada larutan nutrisi tersebut adalah antara 1260-1610 ppm.
  • Setelah sistem dan larutan nutrisi siap, langsung lakukan pindah tanam pada semaian bayam merah yang sudah siap untuk pindah tanam.
  • Apabila pindah tanam telah selesai dilakukan, maka tanaman bayam merah siap untuk tahap perawatan di sistem nft hidroponik tersebut.

Demikian adalah langkah demi langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan penanaman terhadap tanaman bayam merah hidroponik. Salah satu tips untuk berhasil melakukan penanaman tanaman bayam merah menggunakan sistem hidroponik adalah pada tahap saat mengukur larutan nutrisi. Untuk bisa melakukan pengukuran yang tepat maka dibutuhkan alat ukur nutrisi yang akurat yaitu berupa tds meter. Nah, bagi anda yang mau order TDS meter untuk pengukuran larutan nutrisi hidroponi, anda bisa order dengan cara klik disini.

Alat Pengukur Larutan Nutrisi Hidroponik

Hidroponikuntuksemua.com – terdapat banyak sistem bercocok tanam yang bisa dilakukan di indonesia. Kita tahu bahwa indonesia merupakan negara agraris yang dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga banyak warga negaranya yang bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga wajar kalau sistem bercocok tanam tersebut sudah familiar di kalangan masyarakat indonesia. Tidak hanya sekarang, sejak dahulu masyarakat indonesia sudah mengenal sistem bercocok tanam dan bisa melakukan berbagai macam jenis tanaman yang berhasil dilakukan penanaman. Seiring dengan perkembangan zaman, kini sistem bercocok tanam yang berkembang di indonesia sangat beragam mulai dari yang paling mudah hingga yang paling sulit. Hal tersebut tentu saja menjadi keuntungan tersendiri karena dapat mempermudah masyarakat dalam memilih sistem bercocok tanam yang cocok dengan sumber daya yang mereka miliki.

Seperti yang kita ketahui bahwa indonesia memiliki banyak sistem bercocok tanam yang bisa dipilih dan digunakan oleh mereka yang akan memulai penanaman. Diantara banyaknya sistem bercocok tanam yang ada di indonesia, sistem bercocok tanam hidroponik merupakan salah satu sistem bercocok tanam yang baru tetapi tetap cocok dilakukan dengan iklim yang ada di indonesia ini. Sistem hidroponik sendiri sebenarnya bukan sistem penanaman yang asli berasal dari indonesia namun merupakan sistem penanaman baru yang konon sudah dilakukan sejak zaman mesir kuno. Sistem penanaman hidroponik tersebut bisa dilakukan tanpa harus menggunakan tanah. Hal tersebut lah yang menjadi salah satu daya tarik sistem penanaman hidroponik sehingga para pecinta berkebun mulai menggunakan sistem hidroponik tersebut.

Dikarenakan sistem penanaman hidroponik tersebut masih terbilang sistem penanaman baru di indonesia, maka wajar jika masih banyak ditemukan masyarakat yang masih awam dengan sistem penanaman yang satu ini. Karena kita tahu bahwa sistem penanaman yang satu ini memang dilakukan dengan cara dan peralatan yang cukup berbeda dengan sistem penanaman tanaman pada umumnya. Namun, walaupun begitu prinsip penanaman tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik tersebut tetap bisa dilakukan dengan prinsip yang sama dengan sistem penanaman yang lain. Sehingga, bagi mereka yang sudah familiar dengan sistem bertanam akan lebih mudah memahami sistem penanaman hidroponik yang satu ini. Cara penanaman yang berbeda pada sistem hidroponik tersebut salah satunya adalah tahapan pengukuran larutan nutrisi.

Dalam penanaman hidroponik, pengukuran nutrisi merupakan salah satu tahapan yang tidak boleh dilewatkan. Hal tersebut dikarenkan ukuran larutan nutrisi yang tepat menjadi kunci pertumbuhan tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik tersebut. Apabila ukuran pada larutan nutrisi tidak sesuai, tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Adapun untuk mengukur larutan nutrisi tersebut tidak bisa dilakukan dengan tangan kosong, karena akan lebih tepat apabila dilakukan dengan alat yang direkomendasikan. Hal-hal semacam ini lah yang harus diperhatikan oleh para penanaman hidroponik agar didapatkan sistem penanaman yang lancar sehingga didapatkan tanaman hidroponik yang subur pula.

Alat pengukur larutan nutrisi hidroponik yang sering digunakan terdapat dua macam. Alat yang pertama bernama pH meter. Sesuai namanya, alat pengukur tersebut digunakan untuk mengukur kadar pH pada larutan nutrisi hidroponik. Hanya dengan pH yang sesuai lah tanaman bisa tumbuh dengan maksimal di sistem hidroponik. Sedangkan alat pengukur yang kedua adalah TDS meter. Seperti pH meter, TDS meter juga digunakan untuk mengukur larutan nutrisi. Akan tetapi, TDS meter tersebut leboh digunakan untuk mengukur kadar kepekatan larutan nutrisi yang digunakan untuk bertanam hidroponik. Dengan TDS meter tersebut lah para pekebun bisa mengukur kadar larutan nutrisi yang tepat untuk tanaman yang mereka tanam. Nah, bagi anda yang mau order TDS meter, anda bisa order dengan cara klik disini.

Cara Menanam Sayuran Organik

Hidroponikuntuksemua.com – berkebun sudah menjadi hobi yang banyak dilakukan oleh masyarakat indonesia. Selain menjadi salah satu hobi yang menyenangkan untuk dilakukan, berkebun juga menjadi kegiatan yang banyak memberi manfaat bagi para pekebun itu sendiri. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan berkebun sendiri adalah sebagai salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luang. Adapun manfaat lain yang bisa didapatkan adalah sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghijaukan bumi kembali. Sehingga, dengan melakukan hobi berkebun tersebut para pekebun tidak hanya bisa mendapatkan satu keuntungan saja tetapi juga bisa mendapatkan banyak manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun untuk lingkungan sekitar.

Hobi berkebun bisa dilakukan di pekarangan rumah sendiri maupun di kebun yang memang khusus untuk dilakukan penanaman. Namun, untuk mempermudah proses penanaman banyak pekebun yang memilih untuk menggunakan lahan di rumah seadanya untuk bisa menjalankan hobi yang satu ini. Selain itu, terdapat banyak jenis tanaman yang bisa dilakukan penanaman sehingga mudah bagi penanam untuk memilih jenis tanaman yang akan mereka tanam. Adapun bagi banyak pemula menanam jenis tanaman sayuran menjadi salah satu tanaman yang menarik karena selain mudah untuk dilakukan juga memiliki manfaat yang lebih bagi penanaman dengan sayuran yang bisa dipanen tersebut. Sehingga tidak heran kalau banyak pekebun yang lebih memilih menanam sayuran di kebunnya dibandingkan dengan tanaman lainnya karena memang relatif lebih mudah.

Bagi para penanam, menanam sayuran tidak harus dilakukan dengan sistem hidroponik yang pada dasarnya membutuhkan beberapa peralatan yang terkadang membutuhkan biaya yang cukup mahal. Sehingga, mereka lebih memilih untuk menanam sayuran dengan sistem lain yang tidak membutuhkan biaya yang banyak. Di indonesia sendiri terdapat banyak sistem penanaman yang bisa dipilih untuk digunakan sebagai sistem yang dipilih untuk menanam sayuran tersebut mulai dari sistem organik, aquaponik maupun sistem konvensional. Menanam sayuran dengan menggunakan sistem organik merupakan salah satu sistem penanaman yang bisa dipilih dan bisa menghasilkan hasil tanam yang menguntungkan bagi penanam itu sendiri karena banyak sayuran organik yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk dikonsumsi. Berikut ini adalah langkah demi langkah untuk cara menanam sayuran organik.

  • Pertama-tama siapkan terlebih dahulu starterkit yang akan digunakan untuk menanam sayuran dengan sistem organik.
  • Setelah itu, siapkan sekam bakar, pupuk kohe dan tanah secukupnya dengan perbandingan 1:1:1.
  • Campurkan ketiga bahan tersebut di tempat terpisah hingga tercampur dengan merata. Gunakan campuran tersebut menjadi media tanam penanaman organik
  • Masukan media tanam yang telah siap tersebut ke starterkit organik yang telah disiapkan tersebut.
  • Buat lubang tanam pada media tanam yang telah dimasukan kedalam starterkit tersebut.
  • Setelah itu, siapkan benih sayuran yang akan ditanam dengan sistem organik.
  • Masukan benih kedalam lubang tanam secukupnya lalu tutup kembali menggunakan media tanam disekitarnya.
  • Setelah itu, siramkan sedikit air ke media tanam sampai media tanam dalam keadaan lembab.
  • Tunggu hingga pecah benih dan sayuran siap tumbuh dengan sistem organik.

Demikian adalah langkah demi langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan penanaman sayuran dengan sistem organik. Dengan ditanam menggunakan sistem organik tersebut maka sayuran yang ditanam akan memiliki kualitas gizi yang lebih baik dibadingkan sistem konvensional dikarenakan sayuran yang ditanam hanya ditanam dengan alat dan bahan yang berasal sari zat-zat organik yang alami. Selain itu, kebutuhan akan sayuran untuk keluarga juga bisa tercukupi dengan hasil penanaman sayuran dengan sistem organik tersebut. Nah, bagi anda yang mau oder benih sayuran, anda bisa order dengan cara klik disini.

Persiapan Perlengkapan Bertani Hidroponik

Hidroponikuntuksemua.com – hidroponik memang menjadi salah satu jenis penanaman tanaman yang kini mulai banyak dimanfaatkan oleh para hobiis di indonesia. Hidroponik merupakan salah satu sistem atau cara penanaman tanaman yang bisa dilakukan tanpa harus menggunakan tanah. Bahkan dapat dikatakan bahwa untuk menanam tanaman menggunakan sistem hidroponik tersebut maka tidak diperlukan lagi tanah. Hal tersebut salah satunya adalah dikarenakan untuk menanam tanaman, sistem hidroponik lebih mengutamakan kekuatan air atau yang disebut dengan hidro. Sehingga, sistem hidroponik tersebut bisa dikatakan sebagai sistem penanaman tanaman yang bisa hemat lahan karena memang bisa dilakukan tanpa harus menggunakan tanah. Sistem penanaman hidroponik ini tentu saja cocok digunakan oleh mereka yang tinggal di daerah yang sudah tidak lagi banyak ditemukan tanah subur sehingga bisa menggunakan sistem hidroponik tersebut.

Sebenarnya sistem hidroponik tersebut bukanlah sistem penanaman yang murni berasal dari indonesia. Adapun sistem hidroponik tersebut merupakan sistem yang konon ditemukan sejak zaman mesir kuno. Adapun penanaman hidroponik pada waktu itu digunakan didaerah tandus yaitu di sekitar padang pasir. Dan seiring dengan perkembangan zaman sistem hidroponik terus dikembangkan dan hingga saat ini sistem penanaman hidroponik tersebut bisa sampai di indonesia. Sistem penanaman hidroponik tersebut tidak membutuhkan iklim tertentu untuk bisa dilakukan sehingga dengan iklim yang ada di indonesia, sistem hidroponik tersebut tetap bisa dilakukan untuk menanam berbagai jenis tanaman yang bisa tumbuh di iklim indonesia.

Sistem penanaman hidroponik yang masuk di indonesia tersebut tentu saja banyak menarik minat terutama bagi mereka para hobiis. Namun, dikarenakan sistem hidroponik tersebut merupakan sistem penanaman yang baru sehingga tidak sedikit penanam atau petani yang masih awam dengan sistem penanaman yang satu ini. Sehingga, diperlukan banyak belajar bagi mereka terutama yang masih pemula untuk bisa menjalankan sistem hidroponik tersebut pada tanaman yang mereka tanam. Perlengkapan bertani hidroponik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk bisa menghasilkan penanaman yang maksimal. Oleh karena itu berikut ini adalah beberapa persiapan perlengkapan bertani hidroponik yang perlu disiapkan sebelum memulai penanaman hidroponik.

Persiapan perlengkapan yang pertama adalah sistem hidroponik itu sendiri. Ada berbagai sistem hidroponik yang bisa anda pakai untuk menanaman tanaman. Dalam ilmu dasar hidroponik, terdapat enam jenis sistem hidroponik dasar yang bisa digunakan untuk memulai penanaman. Adapun sebelu memulai penanaman hidroponik, terlebih dahulu diperlukan salah satu dari sistem hidroponik tersebut yang paling cocok dengan tanaman yang ditanam atau yang paling cocok dengan ketersediaan anggaran. Adapun untuk pemula banyak disarankan untuk menggunakan sistem wick hidroponik. Selain mudah dilakukan, sistem wick tersebut juga tidak membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga pemula bisa menghemat pengeluaran saat bertanam dengan sistem hidroponik tersebut.

Dan persiapan pelengkapan bertani hidroponik yang kedua adalah berbagai alat dan bahan untuk melengkapi sistem hidroponik yang telah dipilih sejak awal diatas. Alat dan bahan hidroponik tersebut meliputi beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk melengkapi sistem hidroponik yang telah dipilih. Adapun alat dan bahan yang sering untuk digunakan adalah benih tanaman, rockwool, netpot, pompa, air dan nutrisi hidroponik. Dengan sistem hidroponik yang sudah lengkap dengan berbagai alat dan bahan tersebut maka baru sistem penanaman hidroponik tersebut bisa mulai dilakukan. Salah satu perlengkapan hidroponik yang sudah lengkap mulai dari sistem hingga perlengkapannya adalah starterkit sistem wick pemula. Nah, bagi anda yang mau oder starterkit sistem wick pemula tersebut, anda bisa order dengan cara klik disini.

Cara Semai Seledri Hidroponik

Hidroponikuntuksemua.com – hidroponik merupakan salah satu sistem penanaman tanaman yang kini banyak digunakan oleh para hobiis di indonesia. Kita tahu bahwa negara indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam, sehingga wajar apabila banyak hobiis bertanam yang terus berkembang hingga saat ini. Diantara banyaknya hobiis bertanam yang ada di indonesia tersebut, tentu saja terdapat juga banyak variasi tanaman yang ditanam, mulai dari jenis tanaman kecil seperti sayuran hingga tanaman yang cukup besar seperti tanaman cabai dan tanaman buah lainnya. Dari sekian banyak hobiis bertanam yang ada di indonesia, mungkin belum banyak yang menggunakan sistem hidroponik sebagai sistem yang yang mereka gunakan. Hal tersebut dikarenakan sistem hidroponik sendiri merupakan sistem penanman yang masih baru untuk masyarakat indonesia.

Sistem hidroponik sendiri sebenarnya bukan sistem penanaman yang asli berasal dari indonesia dan konon merupakan sistem penanaman yang dilakukan pada zaman mesir kuno. Namun, seiring dengan perkembangan zaman sistem hidroponik tersebut kini telah masuk di indonesia sebagai salah satu alternatif sistem penanaman yang cocok untuk dilakukan di iklim yang ada di indonesia ini. Cara penanaman hidroponik tersebut pun juga tidak terlalu beda dibandingkan dengan cara penanaman tanaman pada umumnya. Walaupun begitu, tetapi tidak sedikit masyarakat indonesia yang masih belum familiar dengan sistem hidroponik tersebut sehingga masih perlu banyak belajar.

Memang terdapat beberapa perbedaan antara sistem penanaman hidroponik dengan sistem penanaman konvensional pada umumnya. Sehingga wajar kalau masyarakat masih sedikit bingung untuk memulai bertanam hidroponik tersebut. Salah satu tanaman yang sulit untuk ditanam menggunakan sistem hidroponik adalah tanaman seledri yaitu pada tahap penyemaian. Sehingga kalau tidak sabar maka banyak pemula yang akan mengalami kegagalan dalam menyemai benih sayuran seledri tersebut. Oleh karena itu, akan kami bagikan cara semai seledri hidroponik yang mungkin akan bermanfaat bagi anda yang mau menyemai sayuran seledri tersebut. Tanpa basa-basi, berikut adalah langkah demi langkah untuk menyemai benih tanaman seledri hidroponik.

  • Pertama-tama siapkan terlebih dahulu rockwool yang nantinya akan digunakan sebagai media semai benih seledri hidroponik tersebut.
  • Basahi rockwool dengan air secukupnya hingga rockwool menjadi lembab.
  • Setelah itu, buat lubang tanam pada rockwool menggunakan tusuk gigi atau semacamnya.
  • Siapkan benih sayuran seledri yang akan disemai.
  • Buka kemasan benih seledri, lalu siapkan beberapa benih secukupnya untuk disemai.
  • Masukan benih ke lubang tanam yang telah disiapkan pada rockwool.
  • Setelah itu, tutup semaian menggunakan penutup semaian yang berwarna hitam atau gelap.
  • Tunggu hingga semaian berhasil pecah benih.
  • Selama menunggu semaian pecah benih tersebut, selalu cek kondisi rockwool dan jaga terus kelembabannya agar semaian bisa lebih cepat pecah benih. Adapun masa pecah benih bagi benih sayuran seledri memang cukup lama bahkan ada yang sampai satu bulan.
  • Setelah semaian pecah benih, kenakan semaian ke sinar matahari agar tanaman tidak kutilang.

Demikian adalah langkah demi langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan penyemaian pada benih sayuran seledri hidroponik. Setelah proses penyemaian selesai, maka langkah selanjutnya adalah untuk langkah pndah tanam, perawatan dan panen. Adapun untuk menanam tanaman seledri hidroponik tersebut terdapat banyak pilihan sistem hidroponik yang bisa dipilih mulai dari sistem wick, nft hingga sistem pot self watering dan lain-lain. Dengan adanya banyak pilihan sistem tersebut maka diharapkan bisa memudahkan para penanam dalam menanam semaian seledri yang sudah berhasil pecah benih tersebut. Nah, bagi anda yang mau order sistem wick untuk menanam seledri hidroponik, anda bisa order dengan cara klik disini.