Media Tanam Hidroponik Yang Bisa Anda Pilih

Media Tanam Hidroponik Yang Bisa Anda Pilih

Menanam sayuran hidroponik tidak mungkin dapat dilakukan apabila kita melewatkan untuk menyediakan media tanam. karena, media tanam dalam sistem tanam hidroponik memiliki fungsinya tersendiri yang masih belum bisa tergantikan. Tetapi, meskipun fungsi media tanam tersebut tak tergantikan, tetapi pilihan media tanam yang tersedia untuk hobiis maupun petani hidroponik sangatlah banyak. Apa saja pilihan itu? media tanam yang mana sih yang paling populer dipakai masyarakat pecinta hidroponik? Berikut ulasannya.

  1. Rockwool
rockwool adalah salah satu media tanam hidroponik yang terkenal

Ada yang belum tahu rockwool itu apa? Rockwool adalah media tanam hidroponik yang paling populer digunakan oleh pecinta hidroponik. Rockwool termasuk media tanam buatan pabrik, sehingga kualitasnya cenderung baik dan bisa memuaskan penggunanya. Namun, karena permintaan pasar yang tinggi, terkadang rockwool sulit dicari karena banyak orang yang ingin memakai rockwool tersebut. jika anda ingin order rockwool, silakan hubungi nomor CS kami, di 081225091786 / kak Atun.

  1. Hidroton

Nama yang kedua adalah hidroton. Orang terkadang menulisnya dengan hydroton atau hidroton. Media tanam yang satu ini juga terkenal dengan kemampuannya menahan sayuran buah dengan kuat. Salah satu sayuran buah yang cocok dengan hidroton adalah cabe, tomat dan masih banyak lagi. Kekuatan hidroton memang tidak perlu diragukan karena terbuat dari bahan yang melalui proses pembakaran sehingga menjadi sangat keras. Untuk pemesanan hidroton, anda bisa menghubungi kami di 081225091786 / kak Atun.

  1. Sekam Bakar

Sekam bakar juga merupakan salah satu media tanam yang bisa digunakan untuk menanam sayuran hidroponik. Sekam bakar tersebut dapat diproduksi sendiri dengan memakai kulit padi yang dibakar setengah matang, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut untuk dijadikan media tanam.

  1. Cocopeat

Sama seperti sekam bakar, cocopeat juga dapat digunakan untuk menjadi media tanam hidroponik. Hanya saja, pembuatan cocopeat dilakukan menggunakan alat modern yang bersih, supaya bisa mengubah serat kelapa menjadi serbuk yaang kemudian dinamai cocopeat.

  1. Perlite

Dan yang terakhir adalah perlite. Sama seperti rockwool, perlite dibentuk dari kombisani batuan alam yang kemudian diolah oleh pabrik dan menjadi sebuah perlite. Meskipun berbentuk seperti kerikil yang diberi cat, tetapi perlite tersebut memiliki bobot yang ringan dan cocok digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Sekian dulu ya, sebenarnya masih banyak media tanam yang bisa digunakan untuk digunakan untuk berhidroponik. Mudah-mudahan bisa disambung lain waktu dan semoga artikel ini bermanfaat.

Media Unik Hydroton Hidroponik

Media Unik Hydroton Hidroponik

Sebelum masuk dimateri hidroton, kali ini kita akan membahas hal – hal unik hidroponik apa aja ya?? salah satunya penanaman secara hidroponik dapat dilakukan didalam ruang, bukan berarti hidroponik tidak memerlukan cahaya matahari untuk Tumbuhnya, tapi didalam ruangan ini cahaya matahari sudah digantikan dengan cahaya dari lampu growlight, lampu ini disetting dan diletakkan sedemikian rupa sehingga kebutuhan tanaman akan cahaya matahari tetap terpenuhi untuk pertumbuhan tanaman.
Tapi kecanggihan ini baru dilakukan diluar Indonesia misalkan Jepang, untuk saat ini Hidroponik diIndonesia masih sering dilakukan diluar ruangan karena investasinya yang lumayan rendah dibanding dengan penggunaan growlight.

Penggunaan Media Tanam
Hidroponik bukan berarti tak mengunakan media tanah dan tak menggunakan media apapun untuk penanamannya, Hanya saja peran tanah kita ganti menggunakan media – media tanam lain seperti rockwool atau hidroton. Media ini dikategorikan sebagai media yang steril atau terhindar dari masalah – masalah dalam penggunaan tanah, seperti cacing, gulma dll. Kali ini kita akan membahas HYDROTON.. APA SIH HYDROTON ITU ??
Hydroton adalah salah satu media tanam yang berbentuk menyerupai kacang atom atau bulatan – bulatan kecil seperti kelereng. Hydroton sangat baik digunakan sebagai media tanam karena dapat menyimpan air nutrisi dengan baik, memiliki ph netral dan stabil, serta memiliki aerasi yang cukup baik. Dengan bentuknya yang bulat ringan, mudah untuk diaplikasikan dan tidak merusak ataupun mengganggu pertumbuhan akar tanaman. Hydrotonpun mampu digunakan berulang.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroton
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa setiap metode yang diciptakan oleh manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, Yuk mari kita bahas satu persatu.

Kelebihan Hydroton sebagai media Hidroponik :
1. Mampu mempertahankan akar tanaman untuk selalu beroksidasi
2. Ramah lingkungan dan dapat digunakan berulang
3. Mudah penggunaannya
4. Media yang memiliki tingkat ph netral dan stabil
5. Mampu menopang tanaman besar seperti cabai, kale, tomat, okra dan masih banyak lainnya.

Disamping kelebihan pasti ada kelemahannya, selama kami menggunakan hydroton inilah kelemahannya
1. Hydroton dengan ukuran yang kecil atau bisa lolos penyaring dapat menyebabkan penyumbatan pada pipa sirkulasi.
Untuk mengatasi kelemahannya ini alangkah lebih baik kita rutin cek sistem dan tanaman kita. Agar bila terjadi penyumbatan bisa langsung kita tindak lanjuti.

Sekian ulasan kita mengenai HYDROTON kali ini. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya pastilah anda dapat mengambil keputusan tentang penggunaan hydroton dikebun anda sebagai perangkat hidroponik, aquaponik atau sebagai media tanam hias anda.

Tempat Mendapatkannya :
Tak perlu pusing untuk mencari media ini cukup hubungi cs kami di no :
081225091786 atun
081215773352 erfin
082300015354 anti
085742123767 lilin
atau kunjungi website kami, klik DISINI. Selamat berhidroponik salam hangat www.hidroponikuntuksemua.com

Keunggulan Rockwool Media Tanam Hidroponik

Keunggulan Rockwool Media Tanam Hidroponik

Sebagian besar orang telah mengenal rockwool, namun mungkin baru sebagaian kecil saja yang mengetahui kelebihan media tanam hidroponik yang satu ini. Sebagai orang yang suka dengan sistem tanam hidroponik, tentu anda perlu mengenali apa saja keunggulan media tanam rockwool tersebut. Lalu, apa saja keunggulan media tanam rockwool ini?

Rockwool sampai berwarna hijau tua karena sangat baik dalam menyerap air

Untuk mengetahui berbagai keunggulan rockwool, anda cukup membaca artikel ini. Tetapi untuk order media tanam rockwool tersebut, anda bisa menghubungi nomor CS kami di 081225091786 / ATUN . Berikut adalah keunggulan media tanam hidroponik yang bernama rockwool.

  1. Mampu menahan air dengan baik

Rockwool memiliki daya tampung air yang baik dan cocok untuk media tanam hidroponik. Tekstur rockwool yang seperti spons mampu menahan air yang cukup banyak sehingga tanaman hidroponik tidak perlu khawatir untuk masalah air.

  1. Mudah disesuaikan oleh pengguna

Pengguna rockwool juga diuntungkan dengan media tanam yang satu ini. Karena, tekstur rockwool dapat disesuaikan pengguna cukup dengan memotongnya sesuai dengan kebutuhan penanaman.

  1. Memiliki aerasi yang baik

Selain dapat menyimpan air dengan baik, rockwool juga dapat menyalurkan angin dengan baik. Dengan kata lain, rockwool bisa mengalirkan oksigen yang dibutuhkan tanaman dengan baik, sehingga tanaman tumbuh dengan baik pula.

  1. Bebas bakteri

Keunggulan yang keempat ini adalah karena rockwool merupakan buatan pabrik, yang mana tingkat kebersihannya tentu telah terjamin.

Media tanam anorganik untuk ber hidroponik

Media tanam anorganik untuk ber hidroponik

Selain media tanam organik, dalam metode hidroponik juga dikenal media tanam anorganik atau media yang berasal dari bahan selain sisa bagian tumbuhan. Media tanam ini biasanya banyak digunakan karena sifatnya yang permanen dan lebih mudah digunakan. Berikut ini beberapa contoh media tanam anorganik yang biasa digunakan dalam metode tanam hidroponik

Rockwool

RW IMPORT

Rockwool adalah salah satu media tanam hidroponik yang sangat digemari oleh para petani atau mereka yang hobi berkebun dengan metode hidroponik khususnya di Indonesia. Rockwool merupakan media tanam anorganik yang didapat dari proses pemanasan batuan basalt dan bentuknya hampir menyerupai spons atau busa yang biasa digunakan untuk mencuci piring. Untuk menghasilkan rockwool, bayuan basalt dipanaskan dengan suhu atau temperatur yang sanagt tinggi sehingga batuan tersebut mencair dan selanjutnya membentuk serabut halus. Tekstur rockwool yang lembut dan bobotnya yang cukup ringan serta daya serap yang baik membuat rockwool banyak digemari. Saat ini rockwool banyak dipasarkan ditoko-toko atau gerai yang menjual peralatan hidroponik sehingga anda dapat menemukannya dengan mudah.

Hydroton

 

Meskipun dinamakan hydroton, jangan salah sangka, media ini justru terbuat dari tanah liat atau lempung yang dibentuk bulat dengan macam-macam variasi ukuran diameter 1 hingga 2,5 cm. Hydroton dibuat dengan cara memanaskan tanah liat atau lempung sehingga teksturnya akan lebih padat dan kering. Daya serap air dan nutrisi yang dimiliki oleh hydroton sangat baik karena terdapat pori-pori di dalamnya. Penggunaan hydroton dalam metode hydroponik sangat cocok untuk pertumbuhan akar karena pHnya yang netral serta aerasi yang tinggi. Jika diletakkan dalam suatu wadah tanam hidroponik maka hydroton mampu menciptakan celah atau ruang antara bulatan-bulatannya sehingga tanaman mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Selain itu, media tanam ini dapat digunakan secara permanen dan berulang kali. Anda hanya perlu mencucinya sebelum melakukan penanaman berikutnya.

Perlite

Jika rockwool terbuat dari batuan basalt yang dilelehkan maka perlite adalah media tanam yang terbuat dari batuan silika juga dipanaskan pada temperatur yang sangat tinggi. Perlite memiliki daya serap air yang cukup baik,  tekstur dan bentuk yang menyerupai styrofoam sehingga jika digunakan sebagai media tanam hidroponik, media ini dapat meningkatkan aerasi tanaman. Bobot perlite juga sangat ringan dan dapat dicampur dengan media tanam yang lain baik organik maupun anorganik untik meningkatkan kualitasnya,dan yang pasti pencampuran dilakukan dengan perbandingan tertentu.

Vermiculite

Vermiculite adalah media tanam anorganik yang terbuat dari batuan yang dipanaskan dan sifatnya hampir mirip dengan perlite, namun daya serap air dan bobot vermiculite diklaim lebih tinggi dibandingkan dengan media tanam perlite. Untuk digunakan dalam metode hidroponik, media tanam ini biasanya dicampur dengan perlite dan tentunya dengan kadar yang atau perbandingan yang telah ditentukan.

Pasir

Pasir atau sand ternyata dapat digunakan sebagai media tanam dalam metode hidroponik. Istilah sandponic yang sering kita dengar adalah metode penanaman dengan menggunakan pasir sebagai medianya. Media tanam pasir atau sandponic ini cukup populer dan banyak digunakan di negara-negara yang memiliki padang pasir. Dalam metode hidroponik, pasir dapat digunakan untuk menyerap air dan mengalirkan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.

Pecahan bata dan kerikil (gravel)

Pecahan batu bata dan kerikil dapat digunakan sebagai media tanam metode hidroponik terutama bagi anda yang ingin menambah kesan alami pada kebun atau teras rumah anda. Meskipun demikian, kerikil dan pecahan bata tersebut hanya dapat digunakan untuk menanam tanaman yang tahan terhadap air dan memiliki kebutuhan air yang cukup tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Media Anorganik

Dibandingkan dengan media organik, media tanama anorganik memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan patokan dalam memilih media tanam hidroponik yang sesuai dengan lingkungan dan jenis tanaman. Adapun kelebihan dan kekurangan media tanam anorganik adalah sebagai berikut :

Kelebihan media tanam anorganik :

  • Media tanam bersifat permanen dan dapat digunakan berkali-kali dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Memiliki tingkat aerasi yang optimal
  • Media tidak terlalu lembab sehingga tidak mudah terjadi pembusukan.
  • Terjamin sterilitasnya
  • Dapat mencegah timbulnya penyakit pada tanaman yang disebaban oleh bakteri, virus dan jamur

Kekurangan media tanam anorganik

  • Media tanam lebih berat karena biasanya berasal dari batuan
  • Tidak dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme baik pada tanaman seperti mikoriza
  • Nutrisi terlalu cepat diserap dan dialirkan sehingga dapat mengganggu proses pertumbuhan tanaman.
  • Media anorganik tidak terlalu cocok untuk pertumbuhan akar tanaman.

 

 

Media tanam organik untuk menanam hidroponik

Sesuai dengan namanya, metode hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Meskipun demikian dalam metode ini tetap diperlukan media tanam lain yang berfungsi untuk menopang dan mengalirkan nutrisi tanaman. Pada dasarnya ada dua macam media tanam dalam sistem hidroponik salah satunya adalah media tanam organik. Media tanam organik adalah media tanam yang berasal dari sisa tanaman seperti sabut kelapa atau cocopeat, sekam, serbuk gergaji, akar pakis, gambut, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah media tanam yang biasa digunakan dalam sistem tanam hidroponik

  1. Sabut kelapa atau Cocopeat
cocopeat
cocopeat

Cocopeat adalah istilah media tanam hidroponik yang terbuat dari sabut kelapa. Cocopeat merupakan media tanam dengan daya serap air yang sangat tinggi, ramah lingkungan, stabil, dengan pH sekitar 5 – 6,8. Media tanam ini sangat baik untuk pertumbuhan akar. Daya serap cocopeat yang tinggi menyebabkan tingkat aerasi atau penyerapan oksigen sangat rendah sehingga dalam penggunaannya biasanya cocopeat dicampur dengan media tanam yang lain seperti serbuk gergaji atau sekam dengan perbandingan yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan aerasi atau penyerapan oksigen oleh tanaman.

2. Sekam bakar

Sekam bakar adalah limbah yang dihasilkan dari penggilingan padi dan merupakan salah satu media tanam yang umum dipakai dalam metode hidroponik dan sebagai media tanam tanaman dalam pot. Harganya yang ekonomis adalah salah satu keuntungan dalam penggunaan sekam bakar. Selain itu sekam bakar memiliki daya serap air dan aerasi atau penyerapan oksigen yang cukup baik. Karena media tanam ini berasal dari bahan organik maka sekam bakar sangat ramah lingkungan dan memiliki pH yang netral sehingga cocok untuk pertumbuhan akar. Sekam bakar juga dapat dicampur dengan cocopeat untuk meningkatkan kualitas media tanam dengan perbandingan yang sama yakni 50:50.

3.Akar pakis haji

Akar tanaman pakis ternyata juga dapat digunakan sebagai media tanam dalam metode tanam hidroponik. Namun media ini tidak terlalu baik digunakan sebagai media tanam karena daya serap airnya yang rendah dan mudah membusuk. Media ini biasanya digunakan saat media tanam lain sulit ditemukan a trouvé. Untuk meningkatkan daya serap air dan aerasinya, akar pakis dapat dicampur dengan sekam dan cocopeat. Saat ini akar pakis kering juga banyak ditemui dipasaran dan dijual sebagai media tanam.

4. Serutan kayu dan jerami

Serutan kayu dapat digunakan sebagai media tanam karena sifatnya yang dapat menyerap air meskipun daya serapnya tidak terlalu baik sama halnya dengan media tanam jerami. Karena berasal dari bahan organik, media tanam ini cocok digunakan dalam metode hidroponik terutama untuk menumbuhkan tanaman yang membutuhkan kelembaban yang tinggi seperti jamur. Namun sebelum digunakan serutan kayu dan jerami harus dibersihkan terlebih dahulu dan diganti dalam selang waktu tertentu.

Kelebihan dan kekurangan media tanam organik

Sebelum memulai berkebun dan menanam tanaman dengan metode hidroponik anda bisa menentukan mana media tanam yang ingin anda gunakan dan tersedia di daerah anda. Saat memilih media tanam sebaiknya ketahui kelebihan dan kekurangan media tersebut dan ketahui bagaimana cara untuk meminimalisir kekurangannya.

Kelebihan media organik

  • Memiliki kemampuan untuk menyimpan air dan nutrisi dengan sangat baik
  • Mendukung perkembangan mikroorganisme baik yang tumbuh diakar seperti mikoriza
  • Memiliki kadar aerasi yang optimal
  • Kadar pH yang stabil
  • Sangat cocok untuk mendukung pertumbuhan akar
  • Bahan organik biasanya lebih ringan dibandingkan dengan bahan anorganik
  • Sangat cocok digunakan dalam metode hidroponik sistem drip.

Kekurangan media tanam organik

  • Faktor kelembaban media tanam yang tinggi mendukung pertumbuhan bakteri, jamur dan virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman.
  • Tidak dapat dijamin sterilitasnya
  • Media tanam organik tidak dapat digunakan secara permanen dan harus rutin diganti selama masa penanaman.

Butuh alat bahan hidroponik? anda bisa klik www.hidroponikuntuksemua.com/shop