Cara Menanam Lettuce Menggunakan Hidroponik Tower

Cara Menanam Lettuce Menggunakan Hidroponik Tower

Menanam sayuran secara hidroponik tidak hanya dapat dilakukan dengan susunan yang biasa saja. Namun, sekarang ini sudah banyak susunan penanam sayuran hidroponik yang dilakukan dengan susunan yang unik dan lebih bisa memanjakan mata yang memandang. Salah satu susunan unik yang dapat dibuat adalah dengan susunan tower menggunakan starterkit hidroponik tower. Dan kali ini, akan kami berikan tutorial untuk cara menanam lettuce menggunakan hidroponik tower.

Baikah, sebelum memulai penanaman, pertama-tama siapkan terlebih dahulu alat dan bahan dibawah ini.

  1. Starterkit hidroponik tower, untuk order bisa hubungi 082233540789 / kak Lia
  2. Rockwool
  3. Nutrisi
  4. Netpot
  5. Benih sayuran lettuce
  6. Air secukupnya

Pertama-tama anda semai benih sayuran lettuce menggunakan rockwool yang sudah disiapkan. Caranya, terlebih dahulu basahi rockwool hingga menjadi lembab tetapi tidak terlalu basah. Kemudian lubangi rockwool secukupnya dan mulailah untuk meletakkan benih lettuce ke lubang pada rockwool tersebut.

Kemudian, kalau benih diatas sudah pecah benih dan mulai tumbuh memiliki daun sejati, maka sayuran tersebut sudah siap untuk dipindah tanam ke starterkit hidroponik tower diatas. Jangan lupa untuk melarutkan nutrisi dengan air secukupnya serta pemindahan tanaman disertai dengan netpot agar sayuran bisa tersusun dengan baik pada starterkit hidroponik tower.

Foto yang didapat dari lettuce yang ditanam dengan hidroponik tower digantung.

Selamat mencoba.

Perbedaan Antara TDS Dan pH Meter Dalam Penanaman Hidroponik

Perbedaan Antara TDS Dan pH Meter Dalam Penanaman Hidroponik

Senangnya bisa berhidroponik secara mandiri dirumah. Kalau sudah bisa bertanam hidroponik secara mandiri, maka menanam sayuran apa saja akan terasa ringan, karena apapun sayurannya, keahlian yang diperlukan tetap sama, yaitu keahlian hidroponik. Bahkan keahlian hidroponik tersebut dapat berkembang dengan sendiri tanpa sadar ketika seseorang menggunakannya untuk bertanam. Nah, apakah keahlian hidroponik kamu sudah berani diuji? Kalau kamu tahu, apa perbedaan antara TDS dan pH meter?

Seorang pemula hidroponik mungkin belum benar-benar paham dengan perbedaan diantara kedua alat ukur hidroponik ini, padahal merupakan alat ukur penting yang tidak tergantikan. Oleh karena itu, akan kami bahas mengenai definisi keduanya, sehingga semua orang bisa mengetahui apa perbedaan antara kedua alat ukur tersebut.

TDS meter

Alat ukur TDS meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kepadatan larutan nutrisi hidroponik yang dipakai untuk mengaliri tanaman. sehingga, alat ini penting untuk dimiliki agar nutrisi yang kita larutkan sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Adapun satuan pengukurannya adalan ppm(part per million). Untuk order, anda bisa menghubungi nomor 081225091786/kak Atun.

Sebelum digunakan, TDS meter menunjulkkan angka 0.

pH meter

Alat ukur pH meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Lagi-lagi larutan nutrisi harus diukur dengan alat ukur, tetapi kali ini nama alat ukurnya adalah pH meter. Alat ini juga digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. berdasarkan pengalaman, alat ukur pH meter ini sering dibutuhkan ketika penanaman musim hujan, karena terkadang larutan nutrisi tidak sengaja tercampur dengan air hujan.

Cara Memotong Rockwool Si Media Tanam Hidroponik

Cara Memotong Rockwool Si Media Tanam Hidroponik

Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang banyak disukai oleh pelaku hidroponik. Rockwool tersebut banyak disukai karena kualitasnya yang dapat memenuhi kebutuhan dalam bertanam hidroponik. Mengapa tidak, beberapa kelebihan rockwool seperti mudah menyerap air, mudah disesuaikan kebutuhan penanaman, memiliki aerasi yang baik dan masih banyak lagi.

Rockwool tersebut biasanya dibeli dalam ukuran 1 slab. Sebagai media tanam, tentu ukuran tersebut terlalu besar bila digunakan untuk menanam sayur-sayuran yang ukuran akarnya tidak sebesar itu. oleh karena itu, diperlukan upaya pemotongan rockwool agar sesuai dengan kebutuhan penanaman sayuran hidroponik nantinya. Oleh karena itu, berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pemotongan rockwool si media tanam hidroponik.

  1. Pertama-tama siapkan rockwool yang berukuran 1 slab. Untuk order, anda bisa ke hidroponikuntuksemua.com/shop.
  2. Kemudian, siapkan juga penggaris untuk pengukuran dan gergaji besi untuk pemotongan.
  3. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan bagi anda yang ingin memotong rockwool anda. Namun, ada patokan tertentu yang dapat diikuti sehingga menghasilkan potongan rockwool yang sesuai dengan kebutuhan penanaman.

Aturan tersebut adalah bahwa untuk setiap satu kotak benih/tempat benih, ukuran rockwoolnya adalah 2,5cmx2,5cmx2,5cm.

  1. Mulailah memotong menggunakan gergaji besi tersebut dengan disesuaikan ukuran diatas.
Contoh pemotongan rockwool yang dilakukan setelah benih tumbuh didalam rockwool

Sekian cara memotong rockwool si media tanam hidroponik. Sekedar tips, ketika membeli rockwool, pastikan anda membeli rockwool media tanam yang baik, sehingga proses penanaman juga akan berlangsung dengan baik pula.

Media Unik Hydroton Hidroponik

Media Unik Hydroton Hidroponik

Sebelum masuk dimateri hidroton, kali ini kita akan membahas hal – hal unik hidroponik apa aja ya?? salah satunya penanaman secara hidroponik dapat dilakukan didalam ruang, bukan berarti hidroponik tidak memerlukan cahaya matahari untuk Tumbuhnya, tapi didalam ruangan ini cahaya matahari sudah digantikan dengan cahaya dari lampu growlight, lampu ini disetting dan diletakkan sedemikian rupa sehingga kebutuhan tanaman akan cahaya matahari tetap terpenuhi untuk pertumbuhan tanaman.
Tapi kecanggihan ini baru dilakukan diluar Indonesia misalkan Jepang, untuk saat ini Hidroponik diIndonesia masih sering dilakukan diluar ruangan karena investasinya yang lumayan rendah dibanding dengan penggunaan growlight.

Penggunaan Media Tanam
Hidroponik bukan berarti tak mengunakan media tanah dan tak menggunakan media apapun untuk penanamannya, Hanya saja peran tanah kita ganti menggunakan media – media tanam lain seperti rockwool atau hidroton. Media ini dikategorikan sebagai media yang steril atau terhindar dari masalah – masalah dalam penggunaan tanah, seperti cacing, gulma dll. Kali ini kita akan membahas HYDROTON.. APA SIH HYDROTON ITU ??
Hydroton adalah salah satu media tanam yang berbentuk menyerupai kacang atom atau bulatan – bulatan kecil seperti kelereng. Hydroton sangat baik digunakan sebagai media tanam karena dapat menyimpan air nutrisi dengan baik, memiliki ph netral dan stabil, serta memiliki aerasi yang cukup baik. Dengan bentuknya yang bulat ringan, mudah untuk diaplikasikan dan tidak merusak ataupun mengganggu pertumbuhan akar tanaman. Hydrotonpun mampu digunakan berulang.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroton
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa setiap metode yang diciptakan oleh manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, Yuk mari kita bahas satu persatu.

Kelebihan Hydroton sebagai media Hidroponik :
1. Mampu mempertahankan akar tanaman untuk selalu beroksidasi
2. Ramah lingkungan dan dapat digunakan berulang
3. Mudah penggunaannya
4. Media yang memiliki tingkat ph netral dan stabil
5. Mampu menopang tanaman besar seperti cabai, kale, tomat, okra dan masih banyak lainnya.

Disamping kelebihan pasti ada kelemahannya, selama kami menggunakan hydroton inilah kelemahannya
1. Hydroton dengan ukuran yang kecil atau bisa lolos penyaring dapat menyebabkan penyumbatan pada pipa sirkulasi.
Untuk mengatasi kelemahannya ini alangkah lebih baik kita rutin cek sistem dan tanaman kita. Agar bila terjadi penyumbatan bisa langsung kita tindak lanjuti.

Sekian ulasan kita mengenai HYDROTON kali ini. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya pastilah anda dapat mengambil keputusan tentang penggunaan hydroton dikebun anda sebagai perangkat hidroponik, aquaponik atau sebagai media tanam hias anda.

Tempat Mendapatkannya :
Tak perlu pusing untuk mencari media ini cukup hubungi cs kami di no :
081225091786 atun
081215773352 erfin
082300015354 anti
085742123767 lilin
atau kunjungi website kami, klik DISINI. Selamat berhidroponik salam hangat www.hidroponikuntuksemua.com

Tanaman Yang Mudah Ditanam Oleh Pemula Hidroponik

Tanaman Yang Mudah Ditanam Oleh Pemula Hidroponik

Pemula hidroponik harus mendapatkan pengertian yang baik ketika ingin memulai bertanam hidroponik. Ada baiknya bila di percobaan yang pertama dia menanam tanaman atau sayuran yang mudah tumbuh terlebih dahulu, baru yang tingkat kesulitannya lebih sulit di percobaan yang kedua atau selanjutnya. Oleh karena itu, mari dilanjutkan membaca artikel singkat mengenai tanaman yang mudah ditanam oleh pemula hidroponik berikut ini. Langsung saja, berikut adalah beberapa tanaman sayuran yang bisa anda coba.

Tanaman pakchoy yang ditanam dengan peralatan sistem NFT
  • Pakchoy

Pakchoy adalah sayuran hijau yang bisa ditanam dengan mudah oleh pemula. Sayuran ini dapat mudah tumbuh dengan sistem penanam hidroponik, dengan masa panen sekitar 40-45 hari setelah tanam. Untuk membeli benih sayuran pakchoy, anda bisa menghubungi nomor CS kami di 081225091786 / ATUN.

  • Kangkung

Sayuran kangkung juga kami rekomendasikan untuk ditanam oleh anda pemula hidroponik. Sayuran yang satu ini banyak disukai dan bisa dimasak menjadi menu terkenal yang bernama ca kangkung. Tetapi bukan itu alasannya mengapa kami rekomendasikan untuk ditanam pemula, melainkan karena masa panen sayuran kangkung yang relatif singkat sekitar 21-25 hari setelah tanam. Untuk membeli benih sayuran kangkung, anda bisa menghubungi nomor CS kami di 081225091786 / ATUN.

  • Lettuce

Sayuran yang ketiga bernama lettuce, atau nama lainnya adalah selada. Sama seperti kedua jenis sayuran diatas, lettuce juga memiliki masa panen yang bersahabat, yaitu sekitar 30-40 hari setelah tanam. Kalau sudah panen, sayuran lettuce tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat menu olahan yang bernama salad. Untuk membeli benih sayuran lettuce, anda bisa menghubungi nomor CS kami di 081225091786 / ATUN.